Kamis, 14 Oktober 2021

Kisah Nyata : Azab Pezina Ketika Menemui Ajal

 Syeikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani, seorang alim, penulis produktif dan dosen dari Arab Saudi pun dalam ceramahnya pernah bercerita:

" Ketika sedang memandikan mayat, aku menyaksikan perubahan-perubahan yang terjadi pada kulit sang mayat."

" Di antara mayat itu ada yang dahulunya berkulit putih, kemudian tiba-tiba warna kulitnya menjadi hitam," lanjut Syeikh.

Ada juga mayat yang ketika meninggal ia mengepalkan tangannya dengan kuat sehingga tidak bisa dibuka sama sekali. Di antara mayat itu ada yang meletakkan tangan kanannya di kemaluannya sendiri, dan ada juga mayat yang kemaluannya menimbulkan bau busuk seperti bau hangus.Kemudian terdengar bunyi sesuatu seperti bunyi tusukan benda tajam dan membara yang keluar masuk kemaluannya. Belum sempat taubat namun malaikat maut sudah mendatanginya.

Inilah kisah jasad calon penghuni neraka dari kalangan orang-orang yang dalam hidupnya suka melakukan perzinahan. Semoga jadi pelajaran bagi kita untuk menahan diri dari kemaksiatan.

Bagaimanakah Nasib Orang Kaya Yang Sombong Di Padang Mahsyar?




Wow, Lamborghini Segera Rilis Mobil Terbarunya 7 Mei Ini - Otomotif  Bisnis.com

Dari Mahmud bin Labid, bahwa Nabi saw bersabda:


“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah apa itu syirik kecil?” Beliau menjawab, “Riya’ (Pamer). Allah Ta’ala berfirman kepada mereka pada hari Dia membalas para hamba, sesuai perbuatan-perbuatan mereka, ‘Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian berbuat riya, untuk mereka sewaktu di dunia. Lalu lihatlah, apakah kalian dapati kebaikan ada pada mereka.” (Hadis Sahih. HR. Ahmad (5/428); Al-Baihaqi di dalam Asy-Syu’ab (6831): Al-Baghawi di dalam Syarh As-Sunan (7/430).[1]

Imam Abu Al-Laits As-Samarqandi bekata: Hal ini dikatakan kepada mereka, karena amal mereka di dunia dalam bentuk tipuan (kepalsuan), maka di akhirat pun mereka diperlakukan dengan bentuk tipuan, sebagaimana firman Allah Ta’ala; “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan meeka.” (QS. An-Nisaa, 4: 142). Maksudnya Dia membalas mereka dengan balasan tipuan sehingga menggugurkan amal-amal mereka. Allah juga berfirman kepada mereka; “Pergilah kalian kepada orang-orang yang menjadi tujuan kalian beramal, sesungguhnya di sisi-Ku tidak ada pahala untuk amal-amal kalian, karena amal-amal itu tidak murni untuk meraih ridha Allah Ta’ala.” Yang menyebabkan seorang hamba meraih pahala adalah jika amalnya ikhlas untuk meraih ridha Allah. Jika amalnya dilakukan untuk selain-Nya diserta syirik, maka Allah belepas diri dari amal tersebut.[2]

Dari Abu Huraiah, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Allah Ta’ala akan berfirman, ‘Aku paling tidak membutuhkan persekutuan, Aku tidak membutuhkan amal yang di dalamnya terdapat persekutuan pada selain-Ku. Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang mempesekutukan diri-Ku dengan yang lain, maka Aku berlepas diri dari amal itu.” (Hadis Sahih HR. Ibnu Majah (4202) hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahihnya (4/2985).

Riya adalah beramal dengan niat dan tujuan untuk dipuji oleh manusia. Dia berniat supaya diagungkan oleh manusia. Dia beniat supaya namanya terus disebut-sebut bahwa ia adalah ustadz, ia adalah seorang alim. Ia adalah orang yang rajin beribadah dan beramal shaleh. Ia adalah orang dermawan. Ia adalah orang yang pandai. Ia adalah pahlawan Islam. Jika seseorang beramal kepada Allah dengan tujuan dan niat sebagaimana dimaksud di atas serta yang sejenisnya, maka ia termasuk orang yang riya. Maka kelak di Yaumil Mahsar, dia akan menjadi orang yang terusir lagi terhina.

Sesungguhnya, amalan shaleh itu hanya ditujukan kepada Allah Ta’ala. Diniatkan untuk mendapat keridhaan Allah Ta’ala. Semata-mata amal itu dilakukan karena Allah Ta’ala. Tidak boleh ada niat lain dalam ibadah. Ada salah satu ayat yang selalu kita baca ulang-ulang, yakni: “Hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah, 1 : 5).

Ayat ini menyangkut dengan ketahuidan. Kita mengungkapkan peribadatan hanya kepada Allah Ta’ala. Dan tidak menyekutukan-Nya. Perkara riya termasuk dalam perkara tauhid, maka itu Rasulullah saw menyebutnya sebagai syirik kecil. Sedangkan orang yang berbuat syirik pasti dicampakkan ke dalam Jahannam—aku dan keluarga belindung kepada Allah darinya—

Adapun pamer dalam perkara harta, wanita, jabatan, pakaian, pesta pernikahan, titel yang tinggi, serta duniawi yang dimilikinya, maka ini adalah ujub atau membanggakan diri. Perkara ini juga termasuk dalam kesombongan, karena pangkal dari ujub adalah membanggakan milik sendiri dan merendahkan milik orang lain. Ini adalah bencana ketika menghadap Allah di Padang Mahsyar. 

Ada yang diserupakan seperti babi. Yang serupa babi adalah orang suka makan harta haram dan merampas hak orang lain.” ada yang dikumpulkan dalam keadaan buta dan tuli mereka adalah kaum pemakan riba dan bangga dengan kekayaannya enggan bersedekah. Ada yang baunya lebih busuk dari bangkai. Yang bahunya lebih busuk dari pada bangkai adalah orang yang selalu memuaskan hawa nafsunya, bergelimang dalam dosa syahwat dan menolak menunaikan hak Allah dalam harta kekayaannya.”

Sesungguhnya, tidak ada harta seorang pun di zaman ini, yang bisa melebihi harta Qarun yang dikisahkan dalam Al-Quran. Namun karena kesombongannya, maka Allah menenggelamkan dia ke dalam perut bumi berserta harta-hartanya. Dan dia termasuk penduduk Neraka untuk selama-lamanya.

Demikian. Dan segala puja dan puji hanya kepada Allah Ta’ala, yang telah mengajarkan hamba-Nya baca tulis melalui perantara Qalam.


footnote:

[1] Hadis Dikutib Dari Kitab Tanbih Al-Ghafilin Imam As-Samarqandi, Hadis Nomor 2, pembahasan Ikhlas, hal. 10.
[2] Kitab Tanbih Al-Ghafilin Imam As-Samarqandi, Pembahasan Ikhlas, hal. 11.

Peringatan Kepada Orang Orang Yang Cinta Harta Berlebihan



Harta kekayaan adalah salah satu tujuan manusia bekerja dan sibuk tiap hari. Akan tetapi sayangnya mereka lupa kewajiban akan shalat zakat dan sedekah, apalagi banyak yang melampaui batas dengan menghalalkan segala cara. Supaya cepat kaya, misal dengan korupsi, suap, mencuri dan lainnya dan lebih buruk lagi melalui riba.

Melampaui batas demi mendapatkan harta adalah sangat tercela. Karena sudah pasti ia akan menghalalkan segala cara demi meraihnya. Padahal ia mengetahui, bahwa harta itu akan hilang dari tangannya, atau dia yang akan pergi meninggalkan hartanya yang akan menjadi fitnah di tengah keluarganya.

Sebagian manusia yang condong hatinya kepada dunia, apabila hartanya berlimpah dia akan sombong lagi bakhil. Dia merasa cukup dengan apa yang dimilikinya. Sehingga ia tidak peduli dengan peringatan dan larangan Allah swt. Ia tidak khusyu meniti jalannya menuju hari akhirat yang kekal. Sungguh, Allah Ta’ala berfirman:

“Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Rabb-mulah kembali(mu).”
(QS. Al-Alaq, 96: 6-8).

Ayat yang mulia ini berkaitan dengan harta. Begitulah penafsiran ulama-ulama tafsir—semoga Allah Ta’ala menyayangi mereka dan kita—

Terhadap ayat ini, Imam Ibnu Katsir berkata, Allah swt memberitahukan bahwa, manusia apabila merasa dirinya serba cukup dengan hartanya yang melimpah, maka dia merasa senang, lalu bersikap sombong, tinggi hati dan melampaui batas. Kemudian Allah swt mengancam, memperingatkan dan memberinya nasihat.(Sahih Tafsir Ibnu Katsir (Peneliti Syaikh Al-Mubarakfuri). QS. Al-Alaq, 96: 6-8. Jilid 9, hal. 650.)

Dia berfirman; “Sungguh, hanya kepada Rabb-mulah tempat kembali(mu).” Yakni, hanya kepada Allah swt tempat kembali, dan Dia swt akan meminta pertanggungjawaban atas hartamu, dari mana kamu memperolehnya dan ke mana kamu menggunakannya. Demikianlah. Dan segala puji hanya kepada Allah Ta’ala. Dialah Rabb yang membenci orang-orang yang mencintai harta dengan cinta berlebihan.

Apalagi ketika manusia dikaruniai kekayaan melimpah sampai dia lupa kewajiban zakat maka di akhirat akan menjadi ular besar yang melilitnya dan berkata akulah hartamu yang kau tumpuk tumpuk tapi kamu enggan sedekah dan zakat. naudzubillah

wallahu'alam

Rabu, 13 Oktober 2021

Download Kompilasi Artikel Kristologi Ahmad Deedat

Ahmad deedat merupakan tokoh terkenal dunia kristologi yang telah memualafkan ribuan orang kristen di seluruh dunia, ebook ini adalah kompilasi artikel ahmad deedat 

DOWNLOAD EBOOK


Download Kumpulan Artikel Tentang Bahaya Dajjal Dan Zionisme



EBOOK INI merupakan kompilasi artikel dari berbagai sumber yang saya muat tentang bahaya dajjal dibuta mata sebelah dan freemason organisasi antek dajjal yang berusaha memurtadkan manusia menuju kekafiran dan merusak tatanan kehidupan melalui cara mereka yang licik dengan menyusup seperti ular diberbagai bidang kehidupan modern ini :

Selasa, 12 Oktober 2021

Download Kompilasi Artikel Swaramuslim.net 2006-2008 CHM

 


Artikel jadul dari web suara muslim memang menarik karena mengungkapkan kebenaran konspirasi dan kesesatan yang terjadi di indonesia ini beberapa tahun silam bahkan karena dianggap ancaman sempat diblokir pemerintah, walaupun memang sekarang situs itu sudah tidak ada tapi paling tidak jejak digital bisa kita pelajari dan ambil manfaatnya:

ebook ini berformat chm dikompilasi oleh ustad hartono ahmad jaiz (pakde nono)

Download Kumpulan artikel swara muslim.net :

























Download kompilasi bulan  januari 2008

 

Celakalah Orang Yang shalat, Kenapa Bisa Celaka?




“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, (yaitu) orang-orang yang menampak-nampakan (riya).” (QS. Al-Maa’uun, 107: 4-5).

Ayat: “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,” menurut Ibnu Abbas ra dan yang lainnya berkata, ‘Yakni orang-orang munafik yang melaksanakan shalat secara terang-terangan, namun tidak mau melaksanakan ketika tidak dilihat manusia.[1]

Imam Ibn Katsir mengatakan, karena itulah Allah swt berfirman, bahwa kecelakaan itu, “Bagi orang-orang yang shalat.” Yaitu mereka melaksanakan shalat dan konstsiten melaksanakannya, kemudian mereka lalai dari shalatnya. Baik lalai dari melaksanakannya secara keseluruhan, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas ra, maupun lalai dari melaksanakannya pada waktu yang sudah ditetapkan secara syar’i, sehingga dia melaksanakan shalatnya di luar waktu yang semestinya secara keseluruhan, sebagaimana yang dikatakan oleh Masruq dan Abudh Dhuha.[2]

Ibnu Katsir berkata: Lalai di sini mencakup 1) Lalai dengan tidak mengerjakan di awal waktu, sehingga mereka selalu atau sering menunda-nundanya sampai akhir waktu. 2) Lalai dengan tidak melaksanakan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, menurut cara yang telah ditetapkan.[3] 3) Lalai dengan tidak menjaga kekhusyu’an dalam shalat. 4) Lalai dengan tidak merenungkan[4] bacaan-bacaan shalat.[5]

Menurut Ibnu Katsir, orang yang memiliki salah satu sifat dari sifat-sifat lalai tersebut di atas, maka ia mendapatkan bagian dari ayat tersebut. Dan orang yang memiliki semua sifat tersebut di atas, maka sungguh lengkaplah bagiannya dari ayat tersebut dan sempurnahlah sifat kemunafikannya. Ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Demikian itulah shalat orang munafik. Demikianlah itulah shalat orang munafik. Demikian itulah shalat orang munafik. Ia duduk[6] mengamati matahari. Sampai sampai pada saat matahari berada di antara dua tanduk syaitan, maka (barulah) ia bangkit melaksanakan shalat ‘Ashar lalu mematuk-matuk[7] empat rakaat. Ia tidak mengingat Allah dalam (shalat)nya kecuali sedikit.”[8]

Sedangkan ayat “(yaitu) orang-orang yang menampak-nampakan (riya).” Imam Ibnu Katsir mengatakan, barangkali alasan yang mendorongnya menunaikan shalat agar dilihat oleh orang lain (riya), bukan karena mencari ridha Allah swt, sehingga ia sama saja dengan orang yang tidak shalat secara keseluruhan.

Allah swt berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”(QS. An-Nisaa, 4: 142).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Amr bin Murrah, ia berkata, “Kami sedang duduk bersama Abu Ubaidah, mereka menyinggung riya’. Lalu seorang laki-laki ber-kun-yah (nama panggilan) Abu Yazid berkata, “Aku mendengar Abdullah bin Amr mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang memperdengarkan amalnya di hadapan orang lain, maka Allah akan memperdengarkan amalnya di hadapan pendengar (dari kalangan) mahluk-Nya. Dan Dia akan merendahkan dan menghinakannya.”[9]

Dari tafsir ayat Al-Quran di atas yang berbunyi “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,” maka jika dicermati tidak ada ulama tafsir baik dari kalangan sahabat sampai para ulama sesudah mereka, menafsirkan kata ‘lalai dari shalatnya’ dengan makna maksudnya, ‘yaitu meninggalkan shalat.” Justru kata ‘lalai’ di sini dimaknai orang yang tetap mengerjakan shalat, namun lalai dalam waktunya, rukunnya, khusyunya, dan tidak merenungkan bacaan shalat. Karena jika seseorang meninggalkan shalat, maka dia dicap murtad. Alhamdulillah, tema ini telah dibahas berikut ini: (simaklah episode ke-empat berikut….)




[1] Sahih Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al-Maa’uun, ayat 4-6. Jilid 9, hal. 725. [Ibnu Katsir nukil dari Tafsir Ath-Thabari].


[2] Sahih Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al-Maa’uun, ayat 4-6. Jilid 9, hal. 726. [Ibnu Katsir nukil dari Tafsir Ath-Thabari].


[3] Yaitu tidak shalat sebagaimana Rasulullah saw shalat. Baik bacaan maupun gerakan. Pembaca jika ingin mencaritahu apakah shalatnya sesuai dengan shalat Rasulullah saw ataukah tidak, maka dapat merujuk pada buku-buku sifat shalat Rasulullah saw seperti yang ditulis Syaikh Al-Bani atau ulama-ulama Ahlu Sunnah lainnya. Atau bisa langsung merujuk pada Kitab Sahih Bukhari dan Muslim. Anjuran ini perlu kami sampaikan, karena shalat yang biasanya kita lakukan diperoleh melalui kebiasaan orang-tua, sedangkan orang-tua juga mengikuti kebiasaan yang dulu, dan semua yang dulu tidak belajar langsung dari sumbernya, melainkan hanya mendengar dari orang. Sementara Islam masuk di Indonesia dengan ajarannya namun disampaikan tidak sempurna. Karena masih dipengaruhi oleh budaya Indonesia yang tercampur dengan agama.


[4] Tapi justru memikirkan pekerjaannya, kesibukannya, atau sesuatu yang berkaitan dengan dunianya.


[5] Sahih Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al-Maa’uun, ayat 4-6. Jilid 9, hal. 726. [Ibnu Katsir nukil dari Tafsir Ath-Thabari].


[6] [Yakni belum bangkit melakukan shalat [Sahih Tafsir Ibnu Katsir].


[7] [Yakni shalat tergesah-gesah tanpa thumanina (ketenangan), bagai burung mematuk makanannya].


[8] HR Muslim No.1412. [Di dalam catatan kaki Sahih Tafsir Ibnu Katsir hadis ini ditulis bernomor 622. [Adapun lafas di hadis di atas adalah kami nukil dari Kitab sahih Tafsir Ibnu Katsir. Sedangkan kami mendapati terjemahan hadis ini pada Kitab Sahih Muslim dengan Penerbit Almahira Indonesia adalah sebagai berikut: “Dari al-Ala’ Bin Abdurrahman bahwa dia pernah menemui Anas bin Malik ra di kediamannya di Bashrah sesusai shalat Zuhur. Rumah Anas terletak di samping masjid. Ketika kami masuk rumahnya, Dia bertanya, “Sudahkan engkau shalat Ashar?” Kami menjawab, “Baru saja kami selesai sahalat Zuhur.” Dia berkata, “Kalau begitu shalat ashar!” Kami pun berdiri lalu shalat. Ketika kami selesai shalat, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “(Yang seperti) itu adalah shalatnya orang munafik. Dia duduk sambil memantau (menunggu) matahari berada di dua tanduk setan barulah dia shalat empat rakaat dengan tergesa dan hanya sedikit sekali mengingat Allah.” Hadis ini di penerbit Alhamirah yang mengambil dari penerbit Darussalam Riyadh, bernomor 1412. Sahih Tafisr Ibnu Kastir yang kami gunakan sebagai referensi adalah terbitan Pustaka Ibnu Katsir Indonesia, yang menerjemahkan dari Penerbit Darussalam Riyadh. Sedangkan Penerbit Almahira belum mencatumkan asal penerbit yang dijadikan patokan terjemahannya. Almahira hanya menulis sistem penomoran berdasarkan Penerbit Darussalam Riyadh.


[9] Musnad Imam Ahmad (II/212). [Ahmad (6509), sanadnya sahih di atas syarat asy-Syaikhan. Lihat Musnad Imam Ahmad, tahqiq Syaikh Syuaib al-Arna’uth dan kawan-kawan, cetakan Mus-assasah ar-Risalah, Beirut]. Catatan kaki ini milik Sahih Tafsir Ibnu Katsir– Surat Al-Maa’uun, ayat 4-6. Jilid 9, hal. 727-128.

Senin, 11 Oktober 2021

Hadits Nabi : Amal Yang Pertama Kali Di Hisab

Rasulullah saw bersabda: “Sungguh amal seorang hamba yang pertama kali dihisab di Hari Kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik dia akan beruntung dan selamat; jika shalatnya tidak baik dia akan celaka dan merugi. Jika shalat fardhu yang dilaksanakan kurang sempurna, Rabb Azza Wazallah berfirman; ‘Lihatlah apakah hamba-Ku ini pernah melaksanakan shalat sunnah?’ Lalu Allah menyempurnakan  kekurangan yang ada pada shalat fardu dengan shalat sunah. Demikianlah seluruh amal, akan dihisab seperti itu.”

Hadis ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang itu melakukan sejuta kebaikan dalam amalan lainnya, misalkan membangun seribu masjid di muka bumi, namun ia sendiri tidak melaksanakan shalat, maka sia-sialah amal itu. Karena yang pertama dihitung adalag amal shalat.

Jumat, 08 Oktober 2021

Mengapa Orang Kafir Kaya, Kita Selalu Hidup Pas Pasan ?

 



Mukadimah Hadits :

Dari Sahl bin Sa’ad berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda, “Seandainya dunia ini sama nilainya dengan sayap nyamuk di sisi Allah. Niscaya Ia tidak akan memberikan minuman dari dunia itu kepada orang kafir, meskipun hanya seteguk air” (HR. Tirmidzi. Syeikh Albani menshahihkan hadis ini).

Penjelasan

Kita sering bertanya tanya bukan kenapa kok orang kafir hidupnya mapan punya usaha banyak kendaraan mewah dan lain lain sementara kebanyakan umat islam hidupnya biasa aja pas pasan. Walaupun sebenarnya banyak juga muslim yang bergelimang harta tapi sayangnya mereka sampai lupa agama disibukkan kekayaannya. Justru itu yang akan membinasakan dia di kehidupan selanjutnya.

Suatu hari ‘Umar mendatangi rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau sedang tidur di atas dipan yang terbuat dari serat, sehingga terbentuklah bekas dipan tersebut di lambung beliau. Tatkala ‘Umar melihat hal itu, maka ia pun menangis. Nabi yang melihat ‘Umar menangis kemudian bertanya, “Apa yang engkau tangisi wahai ‘Umar?”

‘Umar menjawab, “Sesungguhnya bangsa Persia dan Roma diberikan nikmat dengan nikmat dunia yang sangat banyak, sedangkan engkau dalam keadaan seperti ini?”

Nabi pun berkata, “Wahai ‘Umar, sesungguhnya mereka adalah kaum yang Allah segerakan kenikmatan di kehidupan dunia mereka.”

Di dalam hadits ini menunjukkan  bahwa orang-orang kafir disegerakan nikmatnya oleh Allah di dunia, dan boleh jadi itu adalah istidraj  (Nikmat yang Allah berikan kepada pelaku maksiat dengan tujuan menipu mereka, agar mereka semakin tenggelam dalam maksiatnya ) dari Allah. Namun apabila mereka mati kelak, sungguh adzab yang Allah berikan sangatlah pedih. Dan adzab itu semakin bertambah tatkala mereka terus berada di dalam kedurhakaan kepada Allah ta’ala.

Dalam hadits diatas dapat disimpulkan kalau dunia ini gak ada nilainya sama sekali dihadapan Allah SWT bahkan sehelai sayap nyamuk pun. sehingga orang kafir yang berbuat baik didunia maka akan dibalas langsung oleh Allah didunia karena di akhirat mereka tak dapat apa2 kecuali siksaan makanya kita jangan heran dan bertanya lagi kenapa kafir kebanyakan kaya. Jawabannya jelas mereka disegerakan pahalanya didunia ini oleh Allah. Baik itu berupa keluarga yang sehat harmonis, kekayaan yang melimpah, emas perhiasan, istri cantik, kendaraan mewah dan sebagainya hingga mereka sangat ketakutan akan kematian takut meninggalkan kebahagiaan mereka didunia ini.

Janganlah iri janganlah kecil hati sebagai kaum muslimin karena kehidupan sebenarnya dan balasan kita adalah di akhirat surga yang kekal jauhi kemaksiatan tetap lah dalam jalan kebaikan yang diridhai Nya. 

Wallahu'alam



Kamis, 07 Oktober 2021

Berapa Minimal Gaji Orang Yang Wajib Membayar Zakat??




 Mukadimah Hadits :

Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa diberi harta oleh Allah lalu dia tidak menunaikan zakatnya, pada hari Kiamat hartanya akan dirupakan menjadi ular berbisa dengan dua bintik hitam di atas matanya. Pada hari Kiamat ular itu akan dipikulkan kepadanya. Ular itu pun akan membelit rahangnya dan berkata, ‘Aku hartamu, aku timbunan hartamu.”

Kemudian beliau membaca ayat, “Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS.Ali-Imran, 3:180).


Pelajaran Ayat hadits :

Ayat diatas sungguh betapa pedihnya gambaran orang yang enggan membayar zakat karena rukun islam adalah salah satunya zakat. kita dewasa ini memang banyak sekali orang kaya yang enggan membayar zakat penghasilan mereka diatas rata rata umumnya masyarakat tapi tidak sepeserpun mau sedekah alias pelit. Kelak kekayaan mereka akan menjadi ular yang melilit mereka sampai tulang hancur. Naudzubillah


Harta Apa Saja Yang Wajib di Zakati?

Untuk jenis harta yang wajib dikenakan zakat adalah:

1. Binatang ternak: unta, sapi, kambing, domba, kuda yang untuk diperdagangkan

2. Emas dan perak, termasuk zakat uang dan perhiasan dengan berbagai ketentuannya

3. Perdagangan.

4. Pertanian

5. Madu dan produksi hewani misal sutera, susu, dan produk lainnya

6. Barang tambang dan hasil laut misal mutiara

7. Investasi misal pabrik dan gedung

8. Pencarian dan profesi / gaji bulanan

9. Saham dan obligasi.


Berapa Batas Minimum Kekayaan Bayar zakat mal atau zakat penghasilan ?

Untuk nisab atau syarat jumlah minimum zakat maal adalah 85 gram jika harta dalam bentuk emas. Sementara apabila dalam bentuk harta lain, maka dihitung setara harga emas 85 gram dari nisab tersebut diambil 2,5 persen sebagai adar zakat maal. 

Berapa zakat mal yang harus dikeluarkan? 

Sebagai contoh untuk zakat kekayaan atau penghasilan nisab yang berlaku adalah 85 gram emas. Jika harga emas per gram saat ini adalah Rp 900.000, maka batas nisab adalah Rp 76.500.000. Jika seorang muslim memiliki kekayaan minimal Rp 76.500.000 atau setara 85 gram emas dan sudah mengendap selama setahun (mencapai haul), maka wajib menunaikan zakat. 

Kesimpulannya adalah jika gaji anda atau tabungan kekayaan lainnya. sudah mencapai setahun dan lebih dari 85 gram emas nilainya maka wajib hukumnya dizakati.

Nilainya 2,5 persen misal saya punya uang 100 juta sudah berumur 1 tahun maka yang harus saya bayar adalah 2,5 x 100 juta = 2,5 juta

Jika saya punya uang satu miliar maka saya harus membayar 25 juta setahunnya. begitulah perhitungannya adalah 85 gram emas. Saya yakin gaji direktur, manager, pilot, dpr dsb setahun melebihi 85 gram emas, seharusnya mereka zakati agar tidak berat nanti pertanggungjawaban dihadapan Allah.

Berapa Zakat Gaji Perbulan ?

Zakat juga bisa ditunaikan setiap bulan asal gaji anda bersih sudah mencapai nisab (batas) misal harga emas 85 gram adalah 76,5 juta maka anda tinggal dibagi 12 bulan yaitu 6,4 Juta. Jadi kesimpulannya jika anda mempunyai gaji bersih sebesar 6,4 juta maka anda wajib membayar zakat mal. Hal itu bisa berubah seiring harga emas tinggal kita hitung ulang. 

Berapa besarnya zakat ? misal saya punya gaji bersih 7 juta kemudian kalikan saja 2,5 persen ketemu Rp. 175.000,-/bulan sangat ringan bukan dengan gaji bersih anda yang begitu besar untuk uang segitu saya rasa anda tidak keberatan kecuali mereka orang kikir pelit mereka orang yang mendapat azab.


Zakat kita serahkan kesiapa?

Sekarang ini banyak badan lembaga zakat yang mengurusi hal itu misal Baznaz yang sudah paling terkenal dan lainnya sangat banyak tinggal kita serahkan ke mereka. Kalau anda takut tidak tersalur, amanah tidaknya mereka adalah tanggung jawab Allah, yang penting kita sudah memberikan kewajiban harta kita.

Atau anda serahkan langsung kepada yang berhak Dalam Alquran, ada 8 golongan yang berhak menerima zakat mal adalah antara lain: 

- Orang fakir yakni orang yang tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhannya 

- Orang miskin, yaitu orang yang bekerja tapi tidak mencukupi kebutuhannya atau dalam keadaan serba kekurangan 

- Amil atau orang yang mengelola zakat

- Mualaf atau orang yang baru masuk Islam 

- Hamba sahaya Orang yang berutang, dia kesulitan membayar hutang itu.

- Sabilillah atau orang yang berjuang di jalan Allah 

- Ibnu sabil atau sedang melakukan perjalanan jauh 

Tapi zakat tidak boleh diberikan kepada orang tua sendiri dan anak karena mereka tanggungan kita, kecuali misal anda punya saudara ipar sepupu yang memang bukan tanggungan dan mereka kekurangan maka berhak menerima zakat anda jika tergolong diatas, fakir miskin atau hamba sahaya.

zakat juga bisa diberikan kepada saudara kandung dengan dua syarat 

Yang pertama, saudara termasuk ke dalam delapan golongan yang berhak mendapatkan zakat bukan orang berada atau mampu. 

Yang kedua, saudara tidak termasuk orang yang wajib dinafkahi atau seperti seorang wanita yang belum menikah, tetapi tidak memberi nafkah orang tua. Atau kakak anda yang menganggur boleh menerimanya. Jadi saudara kandung anda yang tidak dalam tanggungan anda boleh menerimanya. 

demikian semoga bermanfaat semoga kita menjadikan Allah sebagai golongan yang taat dan selamat dunia akhirat.






Azab Bagi Yang Tidak Menunaikan Zakat



Rasulullah saw bersabda:


“Barang siapa diberi harta oleh Allah lalu dia tidak menunaikan zakatnya, pada hari Kiamat hartanya akan dirupakan menjadi ular berbisa dengan dua bintik hitam di atas matanya. Pada hari Kiamat ular itu akan dipikulkan kepadanya. Ular itu pun akan membelit rahangnya dan berkata, ‘Aku hartamu, aku timbunan hartamu.”


Kemudian beliau membaca ayat, “Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS.Ali-Imran, 3:180).

Dan segala puja dan puji hanya kepada Allah Ta’ala, yang telah mengajarkan para hamba-Nya baca tulis dengan perantara qalam. (fajarcoid)

Rabu, 06 Oktober 2021

Download Ebook Bahaya NEO (Near Earth Object) pdf


Neo adalah meteor dibawah 1 km yang melintas dekat bumi potensi bahayanya sangat mengerikan jika jatuh kebumi karena bumi bisa hancur dan menimbulkan kepunahan massal simak selengkapnya apa itu NEO 

Download Ebook Mengenal Kehidupan Akhirat Surga dan Neraka PDF



 Mukadimah

 Iman Kepada hari akhir atau hari kiamat adalah rukun iman ke 6, setiap muslim tentu wajib mengimani, jika ingkar tentu kafir. Ebook ini menyajikan kepada anda tentang gambaran singkat surga dan neraka kepada anda. Iman kepada hari akhir merupakan didalamnya keimanan terhadap kehidupan kekal setelah mati yaitu antara surga atau neraka. Sesungguhnya manusia sudah memilih sejak dia lahir antara surga atau neraka hanya saja mereka tak menyadari, karena itu perbuatannya sehari hari adalah cerminan dia mengharap surga atau neraka.

 DOWNLOAD EBOOK

Download Ebook 40 Kebinasaan Akibat Dosa Zina PDF




Pacaran adalah awal mula Perzinaan/kumpul kebo, pembahasan tentang dosa besar satu ini tidak akan habis karena zina adalah sesuatu perbuatan keji yang sejak jaman nabi Adam sampai sekarang tetaplah terkutuk dan cepat mendatangkan azab, apalagi dizaman akhir ini kita sulit menemukan orang yang belum terjamah perzinaan, karena anak anak kecil saja sekarang sudah belajar pacaran dan kumpul kebo apalagi yang lebih dewasa dari mereka.  zina adalah dosa besar bukan dosa kecil yang patut disepelekan :

DOWNLOAD EBOOK

Selasa, 05 Oktober 2021

Perbedaan Ciri Penghuni Surga dan Neraka Waktu Di Dunia



Imam Al-Qurthubi menulis dalam kitabnya At-Tadzkirah, bahwa Ibnu Wahab berkata: Saya telah mendengar Ibnu Zaid berkata,“Allah telah mensifati penghuni surga selagi di dunia, (ialah orang yang memiliki) rasa takut, sedih, suka menangis dan khawatir (akan diadzab). Oleh karenanya, Allah memberi ganti kepada mereka berupa kenikmatan dan kegembiraan di akhirat.” Lalu Ibnu Zaid membacakan firman Allah Azza wa Jalla;

“Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, merasa khawatir (akan diadzab).
(QS. At-Thur: 26).

Dia katakan pula, “Dan Allah mensifati penghuni neraka selagi di dunia, (ialah orang yang) bergembira, tertawa dan suka bersenang-senang. Dia berfirman:


“Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia yakin, bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Rabbnya) (bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Rabbnya selalu melihatnya.” (QS. Al-Insyiqaq: 13-15).

Imam Al-Qurthubi menjelaskan, di atas telah disebutkan sifat-sifat penghuni neraka secara lebih lengkap. Maka, tidak perlu diulangi lagi di sini.Walhamdulillahi wahda.

sumber : At-Tadzkirah Imam Al-Qurthubi, Jilid 2. Hal, 151.

Download Ebook Sebab Kemunduran Islam, Cinta Dunia Takut Mati PDF

  


Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda 

 “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”

 

 (HR Abu Dawud 3745)


Simak Penjelasan Lengkap :


Jumat, 01 Oktober 2021

Hadits Rasulullah SAW Tentang Bahaya Pujian




Pujian adalah sesuatu yang sering kita cari kita banggakan dan kita kenang, namun apakah bahaya dibalik pujian orang lain terhadap kita? simak bahasannya


 Dari Adi bin Artha, ia berkata, “Apabila salah seorang dari sahabat Nabi saw disucikan (dipuji-puji), ia berkata, ‘Ya Allah, janganlah Engkau menghukumku karena apa yang mereka ucapkan, dan ampunilah aku atas apa yang mereka tidak tahu.” (Atsar ini Diriwayatkan Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, No 761, sanadnya sahih).

Pujian itu dapat membuat seseorang terpesona akan dirinya sendiri. Ia bisa merasa takjub dengan dirinya sendiri. Sehingga bisa membuat seseorang yang tadinya berjalan di jalan yang lurus, akhirnya tercebur dalam kubangan dosa akibat munculnya sifat riya.Sedangkan orang yang merasa takjub dengan dirinya sendiri, dan menghendaki atau menginginkan pujian orang lain, baik dalam hartanya, ilmunya, maupun amalannya, kelak akan dicampakkan dalam Jahannam.


Maka seseorang harus mewaspadai pujian dari orang lain. Jangan sampai ia terpedaya dengan pujian tersebut.Ketahuilah syaitan itu suka memuji manusia secara berlebihan. Sehingga ia menjadi takjub akan dirinya sendiri, dan memandang sebuah perkara yang buruk, baik di mata dia.Larangan pujian kepada manusia terterah dalam hadits Rasulullah saw yang ditulis oleh Imam Al-Bukhari, yang tidak diragukan lagi keshahihannya selama lebih dari seribu tahun sampai sekarang. haditsnya sebagai berikut;

Abdurrahman bin Abu Bakrah berkata’Seorang laki-laki memuji laki-laki lain di sisi Nabi saw.’ Beliau saw lantas bersabda; “Celakalah engkau, engkau telah memenggal leher temanmu, engkau telah memengal leher temanmu.” Beliau mengucapkannya berulang kali. “Apabila salah seorang di antara kalian terpaksa harus memuji temannya, hendaklah ia berkata, “Aku mengira si fulan demikian dan demikian, tetapi Allah yang Maha Mengetahui keadaannya. Aku tidak mensucikan seseorang di sisi Allah, aku mengira bahwa si fulan—jika dia mengetahuinya—itu begini dan begini.” (HR. Muslim, 7501).

Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari ayahnya, dari Nabi saw, bahwasanya ada seorang laki-laki yang disebutkan keadaannya di di hadapan Rasulullah saw, lalu seorang laki-laki lain berkata, “Wahai Rasulullah, tidak ada seorang setelah Rasulullah saw yang lebih utama daripada dirinya dalam hal begini dan begini.” Nabi saw bersabda, “Celakalah kamu, kamu telah memengal leher temanmu.” Beliau mengucapkannya berulang-ulang. Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian terpaksa harus memuji temannya maka hendaklah ia berkata, ‘Saya mengetahui si fulan.’ Jika memang si fulan terlihat memiliki sifat demikian.’ Dan aku tidak menyucikan seorang pun di sisi Allah.” (HR. Muslim, No. 7502).


Dari Mujahid, dari Abu Ma’mar, ia berkata, “Seorang laki-laki berdiri sambil memuji salah seorang gubernur. Lalu Al-Miqdad menaburkan tanah kepada laki-laki tersebut seraya berkata, “Rasulullah saw memerintahkan kita untuk menaburkan tanah ke muka orang-orang yang gemar memuji.” (HR. Muslim, No. 7505).

Dari Haman bin Al-Harits, bahwa seorang laki-laki memuji Utsman (bin Affan), lalu Al-Miqdad mendekati laki-laki tersebut kemudian berlutut—karena dia seorang bertubuh besar—lalu Al-Miqdad menaburkan pasir ke wajah laki-laki itu. Utsman bertanya, “Apa urusanmu?” Al-Miqdad berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Apabila kalian melihat orang-orang yang gemar memuji, taburkanlah debu di wajah mereka.” (HR. Muslim, 7506).


PENDAPAT IMAM AN-NAWAWI

Imam An-Nawawi berkata, sabda Rasulullah saw; “Kalian telah memenggal leher temanmu.” Di dalam riwayat lain, “Kalian memtong punggung laki-laki itu.” Maksudnya, kalian telah membinasakannya.Ini adalah metafora yang menyerupakan pujian dengan memenggal leher yang merupakan tindakan pembunuhan, karena kedua-duanya sama dalam hal membinasakan.Akan tetapi kebinasaan orang yang dipuji adalah pada agamanya, namun bisa juga ia binasa dalam urusan dunia, karena kondisinya menjadi rancu disebabkan perasaan ujub (membanggakan diri).

Wallahu'alam