Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Hikmah Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Hikmah Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2026

Belajar Kaya dari Beringin, Segala Sesuatu Tidak Instan Butuh Proses

Oleh  M Alie Marzen


Dalam era digital yang serba cepat ini, masyarakat kita sedang terjangkit sebuah obsesi berbahaya: instanisme. Media sosial memborbardir kita dengan narasi kesuksesan kilat, mulai dari fenomena "Crazy Rich" palsu yang muncul dalam semalam hingga investasi spekulatif yang menjanjikan keuntungan ribuan persen dalam hitungan hari. Namun, sejarah dan hukum alam selalu punya cara sendiri untuk mengingatkan kita bahwa apa yang tumbuh terlalu cepat biasanya akan tumbang dengan cara yang sama cepatnya.

Jika kita ingin memahami bagaimana membangun kemakmuran yang abadi—sesuatu yang awet, tangguh, dan menjadi legenda—kita tidak seharusnya bercermin pada kembang api yang meledak indah lalu hilang. Kita harus belajar pada Pohon Beringin.

Hukum Alam: Kekuatan dalam Kelambatan

Hukum alam adalah hakim yang paling adil. Di dalam biologi, ada kaitan erat antara durasi pertumbuhan dengan ketahanan organisme. Pohon yang tumbuh sangat cepat, seperti albasia atau sengon, cenderung memiliki kayu yang lunak dan mudah patah saat diterjang badai. Sebaliknya, pohon-pohon yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk dewasa, seperti beringin (Ficus benjamina) atau jati, memiliki struktur sel yang sangat padat dan kuat.

Dunia keuangan pun mengikuti hukum alam ini. Kekayaan yang diperoleh secara instan—entah melalui perjudian, penipuan, atau spekulasi liar—sering kali tidak dibarengi dengan kesiapan mental dan manajerial dari pemiliknya. Hal ini sering disebut sebagai sudden wealth syndrome. Seseorang yang mendapatkan uang dalam jumlah besar tanpa melalui proses "bertumbuh" akan kehilangan kapasitas untuk menghargai nilai uang, mengelola risiko, dan mempertahankan integritas. Tanpa akar yang kuat, struktur finansial mereka hanyalah "bangunan pasir" yang menunggu pasang datang.

Analogi Beringin: Proses Membangun Akar dan Cabang

Pohon beringin adalah mahakarya alam dalam hal proses. Ia tidak tumbuh sekadar ke atas, tetapi ia tumbuh ke segala arah dengan penuh perhitungan.

  1. Akar yang Mengukuhkan Tanah: Sebelum beringin menjadi raksasa yang meneduhkan, ia memulai perjalanannya dengan menanam akar yang sangat dalam. Akar ini tidak terlihat, namun ia bekerja diam-diam memastikan pohon tidak akan goyah. Dalam membangun kekayaan, "akar" adalah edukasi, keterampilan, dan karakter. Tanpa proses belajar yang panjang dan kegagalan yang berulang, seseorang tidak akan memiliki dasar moral yang kuat untuk menopang beban kekayaan yang besar.

  2. Akar Gantung sebagai Pilar Pendukung: Keunikan beringin adalah akar gantungnya. Akar ini awalnya halus, menggantung di udara, lalu perlahan menyentuh tanah dan berubah menjadi batang-batang baru yang memperkuat pohon induk. Ini adalah analogi sempurna untuk diversifikasi dan proses berkelanjutan. Kekayaan yang legendaris tidak dibangun dari satu sumber yang meledak, melainkan dari banyak usaha kecil yang ditekuni secara konsisten hingga masing-masing menjadi pilar yang mandiri.

  3. Menyimpan Air, Bukan Menghabiskan: Beringin dikenal sebagai pohon yang mampu menyimpan debit air tanah. Ia tidak hanya menyerap untuk dirinya sendiri, tetapi ia menciptakan ekosistem di sekitarnya. Kekayaan yang diperoleh melalui proses panjang biasanya memiliki sifat "memberi manfaat". Pemiliknya tahu betapa sulitnya membangun, sehingga mereka cenderung lebih bijak dalam mengalokasikan hartanya untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bahaya Laten Kekayaan Instan

Mengapa kekayaan instan begitu berbahaya? Selain masalah teknis manajemen keuangan, ancaman terbesarnya adalah kerusakan struktur mental.

Pertama, kekayaan instan mematikan etika kerja. Ketika seseorang merasa bisa mendapatkan banyak hal dengan usaha minimal, otot disiplinnya akan mengecil. Mereka menjadi malas untuk berinovasi dan tidak siap menghadapi masa-masis sulit. Padahal, dunia ekonomi bersifat siklis; ada masa di atas dan ada masa di bawah. Mereka yang kaya secara instan biasanya akan hancur pada siklus krisis pertama.

Kedua, adanya beban psikologis dan sosial. Sering kali, demi mengejar "viralitas" atau pengakuan instan, orang menempuh jalan yang melanggar hukum atau etika. Akibatnya, kekayaan tersebut membawa rasa cemas, ketakutan akan audit, atau sanksi sosial. Ini adalah kebalikan dari filosofi beringin yang menawarkan keteduhan. Kekayaan instan justru menawarkan "panas" yang membakar diri sendiri.

Menjadi Legenda Tanpa Perlu Viral

Ada perbedaan besar antara menjadi terkenal dan menjadi eksis. Di era sekarang, banyak orang kaya yang viral namun hanya bertahan satu atau dua tahun sebelum akhirnya menghilang atau masuk penjara. Mereka adalah kembang api.

Di sisi lain, ada para pengusaha dan keluarga yang kekayaannya bertahan hingga tujuh turunan. Mereka mungkin tidak pernah masuk dalam konten "pamer harta" di media sosial. Mereka eksis dalam kesunyian, seperti beringin di tengah hutan atau di alun-alun kota. Mereka fokus pada kualitas produk, kesejahteraan karyawan, dan menjaga nama baik keluarga.

Kekayaan yang menjadi legenda adalah kekayaan yang:

  • Tumbuh secara organik: Mengikuti hukum pertumbuhan yang wajar.

  • Tahan banting: Sudah teruji oleh berbagai krisis ekonomi.

  • Memiliki warisan (Legacy): Bukan hanya tentang berapa banyak uang di bank, tetapi tentang nilai-nilai apa yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menghormati Waktu: Rahasia Keawetan

Waktu adalah elemen yang tidak bisa disuap. Proses lama dalam membangun kekayaan sebenarnya adalah proses "pematangan". Sama seperti anggur yang butuh waktu bertahun-tahun untuk mencapai rasa terbaiknya, atau beringin yang butuh puluhan tahun untuk menjadi peneduh, kesuksesan finansial juga membutuhkan waktu untuk menguji kejujuran, kesabaran, dan visi kita.

Hukum alam tidak menyetujui proses instan karena alam menghargai keseimbangan. Jika ada sesuatu yang tumbuh terlalu cepat tanpa fondasi, alam akan mengirimkan "badai" untuk meratakannya kembali. Ini adalah mekanisme penyembuhan alam agar tidak terjadi ketimpangan yang merusak tatanan.

Penutup: Kembali ke Akar

Jika hari ini Anda merasa lelah karena proses membangun yang terasa lambat, ingatlah pada pohon beringin. Jangan iri pada rumput yang tumbuh hijau hanya dalam semalam setelah hujan, karena ia juga akan menguning dan mati hanya dalam beberapa hari panas.

Jadilah beringin. Fokuslah menanam akar yang dalam melalui kejujuran. Bangunlah batang-batang yang kuat melalui kerja keras yang konsisten. Jangan tergiur oleh bisikan-bisikan jalan pintas yang hanya akan merobohkan bangunan hidup Anda.

Kekayaan sejati bukanlah tentang seberapa cepat Anda sampai di puncak, melainkan tentang seberapa kuat Anda berdiri di sana saat badai datang. Pada akhirnya, yang akan tetap eksis dan dikenang bukanlah mereka yang paling cepat kaya, melainkan mereka yang paling tangguh menata proses dan paling bijak memberi keteduhan bagi sesama. Karena menjadi legendaris tidak butuh suara bising, ia hanya butuh keberadaan yang kokoh dan manfaat yang tak lekang oleh waktu.

Minggu, 26 Desember 2021

Kisah Sa'ad Sulami, Didunia Ditolak Semua Wanita, Di Akhirat Jadi Rebutan Bidadari.



Dikisahkan sahabat nabi saw yaitu Saad as-Sulami memiliki kulit yang tersangat hitam, lebih hitam dari Bilal ibn Rabah. Masuk Islam ketika berusia 31 tahun. Saad as-Sulami ingin menikah, namun selalu ditolak pinangannya kerana kekurangan dari segi rupa yang hitam.Rasulullah SAW menyuruh Saad as-Sulami meminang seorang perempuan yang merupakan perempuan paling cantik, Atikah binti Amr, namun Saad enggan kerana rasa kecewa dengan penolakan pinangan sebelum ini, dan takut ditolak lagi. Hanya setelah Rasulullah memberi jaminan, barulah Saad berani pergi melamar.


Setelah sampai dirumah atiqah, Saad menyatakan maksudnya membuat bapak perempuan itu terdiam seketika. Disebabkan kaget reflek bapak atiqah mengusir sa'ad dari rumahnya. Saad mengadap kembali Rasulullah dengan sedih. Perempuan yang dipinang itu keluar dan bertanya kenapa ayahnya menolak pinangan tersebut, kerana lelaki itu adalah pilihan Rasulullah, jangan menolak perintah rasul nanti terkena laknat Allah dan rasulNya kata atiqah.


Maka, segera si bapak ini berlari menemui Rasulullah dan memohon maaf karena menolak pinangan Sa'ad sebelum itu dan menyatakan persetujuaannya di atas pinangan tersebut. Ditanya Rasulullah kepada Saad, adakah kau mempunyai harta untuk menikah? Maka jawab Saad tidak ada, lalu Rasulullah menyuruh beliau menemui Abdul Rahman bin Auf dan meminta 20 dinar, menemui Abu Bakar dan meminta 10 dinar dan Saidina Ali berjumlah 10 dinar.


Setelah menemui ketiga sahabat tersebut, Abdul Rahman b. Auf telah memberikan 40 dinar, kemudian Saidina Abu Bakar dan Saidina Ali memberikan masing2 20 dinar . Saad telah mempunyai 80 dinar untuk pernikahannya. Rasulullah menyuruh Saad menggunakan 40 dinar untuk pernikahannya dan 40 dinar lagi untuk persiapan selepas pernikahan iatu peralatan memasak dan sebagainya, Saad as-Sulami pergi ke pasar bagi tujuan membeli peralatan-peralatan tersebut. Sedang beliau memilih milih untuk membeli barang-barang, terdengar seruan untuk berjihad ke medan peperangan, wahai tentara Allah naiklah kekuda kuda kalian!!. Maka secara tiba-tiba, terlupalah Saad akan tujuannya yang asal untuk menikah, terlupakan perempuan cantik itu dan pernikahannya dan kemudian membeli uang mahar itu untuk membeli kuda, pedang dan baju perisai untuk mengikuti seruan jihad itu.


Ketika sampai di tempat berkumpulnya mereka untuk berjihad, Saad pergi ke depan sekali dan tidak dikenali karena menutup seluruh muka dan tubuhnya seperti ksatria atau pendekar. Para sahabat berbisik-bisik kagum dengan kegagahan beliau dan menganggap mungkin orang Yaman yang turut serta berjuang bersama-sama mereka. Dengan gagah berani sa'ad menyerang dibarisan depan, semuga sahabat kagum melihatnya siapakah gerangan pahlawan kita ini. Dalam peperangan itu, kuda yang dinaiki Saad terkena anak panah hingga jatuh dan Saad serta-merta bangun dan menyinsing lengannya. Ketika inilah sahabat mengenali sa'ad dari warna kulit beliau itu.


Kemudian sesaat setelah itu, Ketika semua tentara sedang sibuk berperang, mendadak pasukan Islam berteriak, “Sa’ad gugur!”. Mendengar hal itu, Rosulullah langsung keluar dan berjalan ke arah Sa’ad. Beliau meletakkan kepala Sa’ad ke atas pangkuannya sembari membersihkan pasir yang menempel ke wajahnya. Lalu bersabda “Alangkah harumnya aroma tubuhmu. Betapa dicintainya kau oleh Allah dan Rosulmu.” Beliau menangis, lalu tertawa, lantas memalingkan wajahnya dan bersabda kembali, “ia telah sampai di telaga (khaudh), demi Tuhan pemelihara ka’bah.”

Abu Lubabah lantas bertanya, “Telaga apakah itu Ya Rosul?”

“Telaga yang luasnya antara Sana’a sampai Basrah. Bagian tepinya dihiasi mutiara dan permata. Sementara airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu. Barang siapa yang meminumnya barang seteguk, maka dia tidak akan merasa haus selamanya.”Abu Lubabah bertanya lagi, “Ya Nabi, lalu apa yang menyebabkan Engkau menangis, lalu tertawa, setelah itu memalingkan wajah?” Rosulullah menjawab, “Aku menangis karena rindu kepada Sa’ad. Aku tertawa karena merasa bahagia melihat kemuliah Sa’ad di sisi Allah. Dan kupalingkan wajahku karena kulihat bidadari-bidadari yang menjadi istrinya berebut mendekatinya hingga terlihat betisnya. Aku berpaling dari mereka lantaran malu.”


Setelah itu Nabi memerintahkan para sahabat untuk mengambil pedang,kuda,dan apa saja yang dibawa Sa’ad. Lalu beliau bersabda, “Allah telah menikahkan  Sa’ad dengan wanita yang lebih baik daripada putri kalian.” Lalu Rasulullah juga berkata, "di saat kematian Saad, bergetar Arsy Allah dan menangis para malaikat di langit dan di bumi". 


Saad as-Sulami dimuliakan oleh Allah di saat kematiannya, kisah hidupnya yang singkat belum lama memeluk islam lalu syahid. menengok kisah sa'ad yang gagah berani demi tegaknya agama, kita sebagai pemuda pemudi islam yang dilahirkan dalam keadaan islam Tetapi apakah kita yang ketika meninggal akan dimuliakan oleh Allah di saat kematian kita? Kita yang lebih memilih duniawi dan mengabaikan dunia jangan terlalu berharap surga dan bidadarinya. 

Sa'ad adalah contoh mukmin yang beruntung, dia ketika mendengar seruan jihad dan berjuang dijalan Allah langsung lupa tujuan duniawinya padahal kalau dia mengabaikannya seruan jihad dia segera akan punya istri cantik didunia. Tapi sa'ad lebih ikhlas membela agamanya daripada duniawinya. Dia menjual mahar untuk dibelikan baju perang dan kuda perang perlengkapannya, lalu syahid dijalan Allah SWT. 


Berbahagialah kamu wahai Sa'ad, jenazahmu menjadi rebutan Bidadari Syurga. Didunia kamu ditolak semua wanita di akhirat kamu jadi rebutan bidadari surga :)

wahai pemburu duniawi ,semua usahamu akan segera kau dapatkan didunia tapi akhiratmu belum tentu selamat

wahai pemburu akhirat kebutuhan duniamu mungkin sedikit terhalang (kurang tercukupi) tapi di akhirat Allah akan memberikan semuanya.


dari berbagai sumber

Rabu, 01 September 2021

Kisah Teladan : Wanita Pelacur Masuk Surga Karena Menolong Anjing Kehausan




Latar Belakang Kisah

Karena sifat murah hatinya kepada binatang seorang wanita yang selama hidupnya melacurkan diri akhirnya masuk syurga. Kisah ini hendaknya menjadi teladan bagi kita semua agar jangan pernah putus asa, mengharap kasih sayang dan ampunan Allah SWT.Pada zaman kenabian isa as, banyak terjadi kerusakan karena ulah kaisar romawi yang zalim. Kelaparan dan kemiskinan merajalela di negeri palestina. Berbagai cara dilakukan oleh rakyat terutama para kaum miskin untuk melawan kelaparan dan kemiskinan itu.

Seorang ibu terpaksa menjual anaknya seperti menjual pisang goreng. Perampokan, Pembunuhan, Penganiyaan tak kenal peri kemanusiaan lagi. Sementara ketika nabi isa menyampaikan dakwahnya kepada rakyat, tentara romawi selalu mengejar-ngejar Beliau.

Sesekali nabi isa mengumpulkan para orang miskin itu, dan membagi-bagikan roti dan gandum kepada mereka. Namun tak urung para tentara romawi terus menggusur dan menganiaya mereka.

Kehidupan rakyat sudah benar-benar tak menentu. Laki-laki banyak sekali yang meninggalkan rumah dan keluarga mereka, entah pergi kemana. Pelacuran Tumbuh dimana-mana, setiap orang harus mempertahankan dirinya dari serangan lapar.Awal Kisah Seorang Pelacur yang Masuk SurgaSuatu ketika terlihat seorang perempuan muda berjalan serseok-seok seolah menahan rasa letih. Sudah terlalu jauh ia menyusuri sepanjang jalan, untuk mencari sesuap nasi.

Menawarkan diri kepada siapa saja yang mau, meski dengan harga yang murah, perempuan muda itu terlihat terlalu tua dibandingkan dengan usia sebenarnya. Wajahnya Kuyu di guyur penderitaan panjang.

Ia tidak memiliki keluarga, kerabat, ataupun sanak saudara lainya. Orang-orang sekelilingnya menjauhinya. Bila bertemu dengan perempuan tersebut mereka melengos menjauhinya karena jijik melihatnya.

Namun perempuan itu tidak peduli, karena pengalaman dan penderitaan mengajarinya untuk bisa tabah. Segala ejekan dan cacimaki manusia diabaikanya. Ia berjalan Dan Berjalan, seolah tiada pemberhentianya.

Ia tak pernah yakin, perjalananya akan berakhir. Tapi ia terus berusaha melenggak-lenggok untuk menawarkan diri. Namun sepanjang itu Sunyi saja, sementara panas masih terus membakar dirinya.

Entah sudah berapa jauh ia berjalan, namun tak seorangpun juga yang mendekatinya. Lapar dan Haus terus menyerangnya. Dadanya terasa sesak dengan nafas yang terengah-engah kelelahan yang amat sangat. Betapa lapar dan hausnya dia.

Akhirnya sampailah ia disebuah desa yang sunyi. Desa itu sedemikian gersangnya hingga sehelai rumputpun tak tumbuh lagi. Perempuan lacur itu memandang ke arah kejauhan. Matanya nanar melihat kepulan debu yang bertebaran di udara. Kepalanya sudah mulai terayun-ayun dibalut kesuraman wajahnya yang kuyu.

Dalam pandangan dan rasa hausnya yang sangat itu. Ia Melihat sebuah sumur di batas desa yang sepi. Sumur itu ditumbuhi rerumputan dan ilalang kering yang rusak di sana-sini. Pelacur itu berhenti di pinggirnya sambil menyandarkan tubuhnya yang sangat letih. rasa hauslah yang membawa ia ke tepi sumur tua itu.

Sesaat ia menjengukan kepalanya ke dalam sumur tua itu. Tak tampak apa-apa, hanya sekilas air memantul dari permukaanya. Mukanya tampak menyemburat senang, namun bagaimana harus mengambil air sepercik dari dalam sumur yang curam?

Perempuan itu kembali terduduk. Tiba-tiba ia melepaskan stagenya yang mengikat perutnya, lalu dibuka sebelah sepatunya. Sepatu itu diikatnya dengan stagen, lalu di julurkanya ke dalam sumur. Ia mencoba mengais air yang hanya tersisa sedikit itu dengan sepatu kumalnya. betapa hausnya ia, betapa dahaganya ia.

Air yang tersisa sedikit dalam sumur itu pun tercabik, lalu ia menarik stagen perlahan-lahan agar tidak tumpah, namun tiba-tiba ia merasakan kain bajunya ditarik-tarik dari belakang.

Ketika dia menoleh, di lihatnya seekor anjing dengan lidahnya terjulur ingin meloncat masuk kedalam sumur itu. Sang pelacur pun tertegun melihat anjing yang sangat kehausan itu, sementara tenggorokannya sendiri serasa terbakar karena dahaga yang sangat.

Sepercik air kotor itu sudah ada di dalam sepatunya. kemudian dia akan meneguknya, Anjing itu mengibas-ngibaskan ekornya sambil merintih.

Pelacur itupun mengurungkan niatnya untuk mereguk air itu. Dielusnya kepala hewan itu dengan penuh kasih. Si Anjing memandangi air yang berada di dalam sepatu, lalu perempuan itu meregukan air hanya sedikit ke dalam mulut sang anjing, dan perempuan itu pun seketika terkulai roboh sambil tangannya memegang sepatu.Melihat perempuan itu tergeletak tak bernafas lagi, sang Anjing menjilat-jilat wajahnya, seolah menyesal telah mereguk air yang semula akan direguk perempuan itu. Pelacur itu benar-benar meninggal.

Pelacur Masuk Surga karena Ikhlas Menolong Anjing

Para malaikatpun turun kebumi menyaksikan jasad sang pelacur. Malaikat Raqib dan Atib sibuk mencatat-catat, sementara malaikat Malik dan Ridwan saling berebut. malik, si penjaga neraka sangat ingin membawa perempuan pelacur itu ke neraka.

Sementara Ridwan, si penjaga Syurga, mencoba mempertahankanya. Ia ingin membawa pelacur itu ke syurga. Akhirnya persoalan itu mereka hadapkan kepada ALLAH SWT. ”Ya Allah, sudah semestinya pelacur itu mendapat siksaan di neraka, karena sepanjang hidupnya menentang larangan Mu. ” kata Malik.

”Tidak ! ” bantah Ridwan. Kemudian Ridwan berkata kepada Allah, ” Ya Allah, bukankah hambaMu si pelacur itu termasuk seorang wanita yang ikhlas melepaskan nyawanya daripada melepaskan nyawa Anjing yang kehausan, sementara ia sendiri melepaskan kehausan yang amat sangat?”

Mendengar perkataan Ridwan, Allah lalu berfirman, ” Kau benar, wahai Ridwan, wanita itu telah menebus dosa-dosanya dengan mengorbankan nyawanya demi makhlukKu yang lain. Bawalah ia ke syurga, Aku meridhoinya..”

Seketika malaikat Malik kaget dan terpana mendengar Firman Allah itu, sementara malaikat Ridwan merasa Gembira. Ia pun membawa hamba Allah itu memasuki surga. lalu Bergemalah suara takbir, para malaikat berbaris memberi hormat kepada wanita, sang hamba Allah yang ikhlas itu.



Cerita sama dengan versi berbeda

Sesungguhnya, setiap orang beriman berhak atas surga. Tak peduli apa statusnya. Orang yang mulia atau mereka yang hina-dina. Karena surga adalah milik Allah, maka terserah kepada Allah, siapa yang diridhoi-Nya untuk masuk ke dalam surga-Nya itu. Dan Rasulullah SAW telah mengindikasikan bahwa seorang ahli ibadah tidak serta-merta mendapat jaminan akan masuk surga, karena surga lebih diutamakan bagi mereka yang mencintai Allah dengan sesungguh-sungguhnya kecintaan. Seperti juga kita, maka pastilah kita lebih suka kepada orang yang kita sukai untuk datang ke rumah kita, daripada mereka yang selalu memuja-muji kita – dengan niat bergelimang pamrih. Demikianlah juga Allah memilih mereka yang lebih dicintai-Nya. Dan Dia Maha Mengetahui akan segala yang tertampak pada lahir dan terbersit dalam batin….Maka, hendaknya kita tidak jadi merasa heran saat mengetahui bahwa Allah telah memasukkan seorang pelacur ke dalam surga-Nya yang mulia. Karena Dia sungguh mengetahui apa-apa yang selayaknya dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya. Tapi, bagaimana ceritanya kok seorang pelacur bisa sampai masuk ke surga? Silakan menyimak riwayat berikut ini. Semoga menjadi pelajaran dan teladan bagi kita, untuk meraih ridho Allah.

Anjing kurap adalah makhluk Allah juga. Dan hanya Allah yang Maha Mengetahui apa-apa yang baik atau buruk.Pada suatu hari, dalam suatu majelis, seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai, Rasulullah. Apakah hanya orang-orang ahli ibadah saja yang akan masuk surga?”

Dengan tegas Rasulullah menjawab, “Tidak. Sesungguhnya, seseorang itu masuk surga bukan semata-mata karena ibadahnya, melainkan karena ketulusan cintanya kepada Allah.”

Penasaran, orang itu bertanya lagi, “Apa itu berarti… hanya para aulia dan alim-ulama saja yang akan masuk surga?”

Rasulullah kembali menegaskan, “Tidak, bukan begitu. Karena sesungguhnya telah ada seorang pelacur yang masuk ke surga.”

Keruan saja semua yang hadir di majelis itu jadi kaget dan bertanya-tanya. Maka Rasulullah lalu menceritakan mengenai pelacur itu.

Suatu hari, di tengah suatu musim kemarau yang amat kering, tutur Rasulullah, ada seekor anjing liar yang hampir mati kehausan. Anjing ini amat buruk rupanya dan penuh kudis badannya. Karena amat hausnya, anjing itu sampai menjilat-jilat tanah lembab di depan rumah seorang ulama terkenal. Melihat makhluk menjijikkan itu, si ulama segera mengusirnya dan bahkan melemparinya dengan batu.

Pelacur dan anjing kurap adalah ciptaan Allah yang Maha Pengasih, maka kasihilah sebagaimana Allah juga mengasihi mereka.Anjing itu lari ketakutan sampai ke luar desa, dan akhirnya – karena lelah dan kehausan – hewan malang itu ambruk di pinggir sumur. Nampaknya, tak ada harapan lagi buat anjing itu. Dia pasti mati kalau tidak segera mendapatkan minum.

Namun di saat kritis itu, lewat seorang pelacur. Ia melihat anjing itu, terbaring putus asa dengan lidah terjulur dan napas tersengal-sengal, dan ia merasa iba. Maka, ia lalu melepas terompahnya (alas kakinya) dan merobek gaunnya. Dengan sobekan gaun dan terompah itu ia lantas membuat timba untuk mengambil air dari sumur, lalu memberi anjing itu minum.

Setelah puas minum, anjing itu sehat kembali dan lantas pergi. Si Pelacur merasa gembira melihat anjing itu tidak jadi mati kehausan. Melihat apa yang telah diperbuat oleh hamba-Nya yang pelacur itu, Allah mengatakan kepada malaikatnya: “Catatlah hamba-Ku itu. Dia adalah salah satu hamba-Ku yang akan masuk surga pertama.”

“Subhanallah…!” puji orang-orang yang hadir dalam majelis itu, dengan harapan baru tumbuh dalam hati mereka akan kasih sayang Allah.

Dan kita… apa yang telah kita lakukan sehingga kita punya harapan untuk layak memperoleh anugerah sehebat itu dari Allah ?

Kamis, 26 Agustus 2021

Kisah Kebenaran Syeh Siti Jenar, Apakah dia kafir?



seorang kawan berbicara bahwa ada konsep kafir ‘indah-Allah, muslim ‘inda an-anasai, dan sebaliknya. Dengan memberi contoh Syekh Siti Jenar dihukum Walisongo karena konsep wihdatul wujudnya. Tetapi ketika beliau meninggal, darah beliau menulis laa ilaaha illa Allah. Bagaimana menurut pandangan salaf?

Dari pertanyaan di atas ada beberapa yang yang perlu kami jawab:

Pertama. Kafir inda-Allah, muslim inda an-anasi, artinya kafir di sisi (menurut) Allah, muslim menurut manusia.Kalau yang dimaksudkan konsep ini, bahwa “bisa jadi seseorang itu pada hakikatnya kafir, yaitu di sisi Allah dia kafir karena Allah mengetahui isi hatinya yang kafir, tetapi manusia – karena tidak mengetahui isi hatinya – menganggapnya sebagai muslim, karena secara lahiriyah ia melakukan amalan-amalan Islam,” maka memang benar.

Contohnya ialah orang-orang munafik. Mereka menampakkan iman, dan menyembunyikan kekafiran. Maka, selama kekafiran mereka ini tidak nampak, mereka tetap dihukumi sebagai muslimin oelh manusia, walaupun di sisi Allah mereka adalah orang-orang kafir.

Demikian pula sebaliknya, kafir inda an-anasi, muslim inda-Allah. Yang artinya kafir menurut manusia. Muslim menurut Allah. Jika yang dimaksud adalah, “bisa jadi seseorang itu dianggap kafir oleh manusia, adapun di sisi Allah dianggap muslim”, maka itu juga benar.

Contohnya ialah Abu bakar As Shiddiq dan Umar bin Al Khaththab. Walaupun ada sebagian manusia – seperti orang-orang Rafidhah – yang menganggap keduanya adalah kafir. Bahkan keduanya adalah calon penghuni surga berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam banyak hadits-hadits yang shahih.

Tetapi, contoh yang diberikan oleh kawan antum tersebut tidak benar. Sebagaimana akan kami jelaskan insyaAllah.

Kedua. Istilah Wali Songo (Wali Sembilan) yang dikenal umat Islam di negeri ini. Atau secara khusus di Jawa, merupakan istilah yang janggal ditinjau dari agama Islam. Karena istilah wali di dalam agama Islam, dapat berarti wali Allah (kekasih Allah), atau wali setan (kekasih setan). Maka, yang dimaksudkan dengan istilah Wali Songo pastilah wali Allah. Konon – menurut sejarah – mereka dianggap sebagai para penyebar agama Islam. Sedangkan wali Allah itu tidak terbatas. Bukan hanya sembilan, atau sepuluh. Karena setiap orang yang beriman dabertakwa adalah wali Allah. Firman-Nya.

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang berimand an mereka selalu bertaqwa. Bagi smereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalima-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. Yunus: 62-64)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Jika telah diketahui bahwa di kalangan manusia itu ada wali-wali Ar-Rahman (kekasih-kekasih Allah) dan ada wali-wali setan (kekasih-kekasih setan), maka wajib dibedakan antara kedua golongan ini. Sebagaimana Allah dan Rasul-Nya telah membedakan antara keduanya. Sesungguhnya wali-wali Allah hanyalah orang-orang yang beriman dan bertakwa, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu , tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.” (Yunus: 62,63)

Dengan demikian, seorang wali pasti mengikuti syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan amalan-amalan yang wajib dan yang sunnah (mustahab).

Sehingga orang kafir, atau orang yang tidak mengakui kewajiban mengikuti syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam maka sama sekali tidak boleh dianggap sebagai wali Allah. Demikian juga orang gila, tidak boleh dianggap sebagai wali Allah. Karena tidak ada sifat imam dan takwa padanya. Walaupun dari orang-orang tersebut muncul perkara-perkara yang aneh dan menakjubkan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Jika seorang gila, maka keimanan dan ketakwaan darinya tidak sah. Demikian juga taqarrub kepada Allah (amalan-amalan ketaatan yang mendekatkan kepada Allah) berupa kewajiban-kewajiban dan nafilah-nafilah (sunnah-sunnah; perkara-perkara yang disukai) yang dia lakukan itu tidak sah. Maka, mustahil ia menjadi wali Allah. Sehingga seorangpun tidak boleh meyakininya sebagai wali Allah. Apalagi jika argumen keyakinan itu – mungkin berupa mukasyafah (penyingkapan sesuatu yang tersembunyi) – yang didengar darinya, atau berupa satu jenis dari tindakan, seperti dia melihatnya (orang yang dianggap wali) menunjuk kepada seseorang, lalu ia mati atau jatuh. Karena telah diketahui, bahwa orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dari kalangan orang-orang musyrik dan ahlul kitab memiliki mukasyafah-mukasyafah dan tindakan-tindakan yang berasal dari syetan.

Ketiga. Bahwa riwayat yang berkaitan dengna para wali songo kita mendapatkan sumbernya dari cerita mulut ke mulut, atau dari buku-buku yang sumbernya juga tidak jelas. Sehingga secara ilmiah tidak dapat dipertanggungjawabkan. Bisa jadi – wallahu a’lam – memang dahulu ada sembilan tokoh da’i Islam yang besar jasanya terhadap perkembangan Islam di Jawa; yang kemudian dikenal dengan istilah wali songo tersebut. Tetapi kisah mereka tidak diketahui secara ilmiah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, merupakan kesalahan besar menjadikan perbuatan para Wali Songo – dengan sumber sebagaimana di atas – sebagai rujukan di dalam beragama. Seandainya kisah mereka itu benar, tetap tidak dapat dijadikan rujukan di dalam masalah agama. Karena sesungguhnya agama ini sudah sempurna semenjak ditinggal wafat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga tidak memerlukan tambahan apapun, dan dari siapapun. Karena sesungguhnya al-haq itu diambil dengan bersumber dari Al-Quran dan As Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih.

Keempat. Seandainya kisah yang sering kita dengan itu benar. Yaitu kisah hukuman mati yang dilakukan oleh wali songo terhadap Syekh Siti Jenar karena dia berkeyakinan withdatul wujud. Dan seandainya – sekali lagi seanadainya – setelah dilakukan hukuman tersebut – konon – darah Syekh Siti Jenar membentuk tulisan laa ilaaha illa Allah, maka – jika kisah itu benar – wali songolah yang berada di atas al haq. Karena keyakinan wihdatul wujud adalah keyakinan sesat dan bathil. Bahkan keyakinan yang kafir, melebihi keyakinan Yahudi dan Nashara.

Kelima. Perlu diketahui, bahwa diantara tokoh wihdatul wujud yang paling terkenal yaitu Ibnu ‘Arabi. Dia bersama Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah Ath Tha-i Al Hatimi Al Andalusi Al Mursi. Dia dikenal dengan nama Ibnu Al ‘Arabi Ash Shufi. Atau Ibnu ‘Arabi, tanpa huruf alim dan lam, untuk membedakan dengan Al Qadhi Ibnu Al ‘Arabi Al Maliki, dengan alif lam.

Ibnu ‘Arabi Ash Shufi ini, yang asalnya dari Andalus (sekarang Spanyol) pernah tinggal di Makkah beberapa tahun. Menyusun kitab yang dia beri nama Al Futuhat Al Makiyyah. Dia juga punya karya lain yang bernama Fushushul Hikam. Kedua kitab ini berisikan berbagai kesesatan yang sangat jauh. Dan sampai sekarang masih dicetak dan tersebar.

Di dalam kitab Al Futuhat Al Makiyyah tersebut, Ibnu ‘Arabi Ash Shufi mengaku mengeluarkan kitabnya tersebut dengan izin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat mimpinya. Namun kebanyakan isi kitab tersebut kontradiksi dengan isi Al-Quran.

Di antara – kekafiran nyata – yang ia katakan di dalamnya:
Bahwa Nabi Adam dengan Allah kedudukannya seperti biji mata dengan mata.
Bahwa Al Haq (Allah) Yang Mahasuci adalah makhluk yang disamakan dengan lainnya.
Bahwa kaum Nabi Nuh jika meninggalkan penyembahan terhadap patung-patung orang-orang shalih; Wudd, Suwa’, dan lainnya, niscaya mereka talah bodoh terhadap Al Haq (Allah) lebih besar kebodohannya dari apa yang mereka tinggalkan. Maksudnya jika kaum Nuh bertauhid, mereka lebih bodoh, karena jika berbuat syirik, maka yang disembah juga Allah.
Bahwa Allah berada pada seluruh yang disembah oleh manusia. Hal itu diketahui oleh orang ‘alim, tetapi tidak diketahui oleh orang yang bodoh. Karena orang yang ‘alim mengetahui, siapa saja yang sembah, dan dalam bentuk apa saja, maka Allah nampak padanya.
Bahwa kaum Nabi Hud yang disiksa di dalam neraka menjadi sangat dekat dengan Allah, sehingga panas Jahannam itu hilang dari mereka. Bahkan mereka meraih kenikmatan berdekatan dengan Allah. Hal itu mereka dapatkan, karena sewaktu di dunia mereka berada di atas jalan yang lurus.

Dan lain-lain perkataannya. Semua perkataan di atas itu merupakan kekafiran yang besar, lebih besar kekafiran dan kemusyrikannya daripada orang-orang Yahudi, Nashara, orang-orang musyrik Arab dan lainnya. Seluruh pendapat Ibnu Arabi di atas dihasilkan oleh sumber yang sama, yaitu keyakinan wihdatul wujud.

Ada banyak orang shalih pada zaman Ibnu Arabi dan sesudahnya memuji Ibnu Arabi. Memang ia dikenal dengan kesungguhan dan ibadahnya. Orang-orang yang memuji itu tidak mengetahui kemungkaran perkataan-perkatan Ibnu ‘Arabi, karena sibuk dengan ibadah mereka.

Namun sebaliknya, banyak pula para ulama yang mencelanya (Ibnu Arabi Ash Shufi), menyatakan ia dusta, sesat, bahkan mengkafirkannya. Di antara mereka adalah:
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (wafat th. 728 H).
Al Qadhi Badruddin bin Jama’ah (wafat th. 733 H).
Al Qadhi Sa’duddid Al Haritsi; hakim madzhab Hanabilah di Kairo (wafat th. 711 H)
Khatib Qal’ah, Syaikh Syamsuddin Muhammad bin Yusuf Al Jazari Asy-Syafi’i (wafat th. 711 H)
Al Qadhi Zainuddin Al Kattani Asy Syafi’i (wafat th. 738 H).
Syaikh Nuruddin Al Bakari Asy Syafi’i (wafat th. 727 H)
Syaikh Syafaruddin Isa Az Zawawi (wafat th. 743 H)
Syaikhul Islam Sirajuddin Abu Hafsh Umar bin Raslan bin Nashiir Al Bulqini Asy Syafi’i (wafat th. 805 H).
Al Hafidz Al Qadhi Syihabbudin Abl Fadhl Ahmad bin Ali bin Hajar Al ‘Asqalani Asy Syafi’i (wafat th. 852 H), dikenal dengan nama Al Hafidz Ibnu Hajar Al ‘Asqalani.
Al ‘Allamah Abu Abdullah Muhammad bin Arafah Al Warghani At Tunisi Al Maliki (wafat. Th. 803 H)
Qadhi Mestir, Abu Zaid Abdurahman bin Muhammad Al Hadharami Al Maliki (wafat th. 808 H), dikenal dengan nama Ibnu Khaldun.

ALASAN-ALASAN PENGKAFIRAN

Secara ringkas di antara alasan-alasan para ulama yang mengkafirkan keyakinan wihdatul wujud (bersatunya Dzat Allah dengan makhluk):

Pertama. Berarti – menurut mereka – segala sifat yang ada pada seluruh makhluk, maka yang memiliki sifat itu adalah Allah.

Kedua. Berarti Fir’aun mati dalam keadaan iman, sebagaimana dikatakan Ibnu Arabi. Karena Fir’aun menyembah selain Allah, yang hal itu mereka anggap sama dengan menyembah Allah. Padahal telah diketahui secara pasti keyakinan kaum muslimin, Yahudi dan Nashara, bahwa Fir’aun adalah makhluk yang paling kafir.

Ketiga. Salafush Shalih dan imam-imam umat ini telah sepakat, bahwa Al Khaliq (Allah) terpisah dari seluruh makhluk-Nya. Pada Dzat Allah tidak ada sedikitpun dari makhluknya, sebagaimana pada mahkluk-Nya tidak ada sedikitpun dari Dzat-Nya. Salafush Shalih mengkafirkan firqah Jahmiyyah yang menyatakan, bahwa Allah bertempat di segala tempat. Karena bagaimana mungkin Allah berada di dalam perut, kebun, tempat buang hajar, dan lainnya?! Allah Mahatinggi dan Mahaagung dari hal-hal seperti itu. Kemudian, tentulah wihdatul wujud lebih kafir. Karena menganggap Allah adalah wujud perut, kebun, tempat buang hajat, barang-barang najis dan kotor.

Keempat. Orang-orang wihdatul wujud menganggap Dzat Allah adalah dzat seluruh makhluk. Berarti mereka mensifati Allah dengan seluruh kekurangan dan cacat yang dimiliki oleh seluruh orang durhaka, orang kafir, seluruh syetan, seluruh binatang buas, seluruh ular, dan lainnya! Allah Mahatinggi dan Mahasuci dari kedustaan dan kesesatan mereka.

Kelima. Orang-orang Nashara menjadi kafir karena menuhankan Nabi Isa ‘alaihissalam, Yaitu, mereka menganggap Allah bersatu dengan Nabi ‘isa ‘alaihissalam dan sifat-sifat nabi Isa ‘alaihissalam ada pada sifat Allah. Maka, kekafiran orang-orang wihdatul wujud (walaupun mereka mengaku Islam, serta mengaku telah mencapai hakikat dan ma’rifat!) lebih besar daripada Nashara. Karena mereka menganggap, bahwa seluruh sifat makhluk ada pada Allah.

Keenam. Mereka menggap memiliki hakikat tauhid, karena meyakini wujud yang ada hanya satu. Mereka menyamakan antara Al Khaliq (Allah) dengan makhluk; halal dengan haram, khmar dengan air; babi dengan kambing; istri dengan anak perempuan; dan seterusnya. Maka sesungguhnya kekafiran orang-orang wihdatul wujud adalah puncak dan gudang kekafiran. Bahkan kekafiran seluruh orang kafir – dengan jenis kekafiran apapun – adalah salah satu bagian dari kekafiran mereka.

Ketujuh. Kaum Muslimin, Yahudi, dan Nashara telah mengetahui, bahwa di dalam agama Islam, jika ada seseorang mengatakan tentang orang lain ‘dia adalah satu bagian Allah.’ Maka ia telah kafir. Maka bagaimanakan kejinya kekafiran orang-orang yang mengatakan, bahwa seluruh manusia adalah Allah! Bahkan seluruh binatang, tumbuhan, tempat, benda, dan semua makhluk ini adalah Allah?!

Kedelapan. Yahudi dan Nashara mengkafirkan orang-orang yang menyembah patung. Sedangkan orang-orang wihdatul wujud menganggap orang yang menyembah patung sama dengan menyembah Allah. Maka tidak ada keraguan, bahwa kekafiran mereka – walaupun mengaku Islam – lebih dari kafir daripada Yahudi dan Nashara,

Kesembilan. Orang-orang musyrik menyembah sesembahan mereka sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah (Lihat Az Zumar: 40-42). Dan mereka masih meyakini, bahwa Allah adalah pencipta langit, bumi, dan patung. Sedangkan orang-orang wihdatul wujud menganggap orang yang menyembah patung sama dengan menyembah Allah; patung sama dengan Allah. Jelaslah kekafiran mereka.

Kesepuluh. Telah diketahui secara pasti dalam agama Islam, bawha kaum ‘Ad, Tsamud, dan Fir’aun serta kaumnya disiksa di akhirat. Allah melaknat dan murka terhadap mereka. Barangsiapa memuji mereka, menganggap dekat dengan Allah, dan mendapatkan kenikmatan, maka ia lebih kafir daripada Yahudi dan Nashara. Dan lain-lain hujjah yang disampaikan para ulama.

Inilah sedikit penjelasan tentang ajaran wihdatul wujud yang sangat sesat dan menyesatkan. Tetapi masih banyak di antara kaum muslimin yang menganggapnya sebagai kebenaran sejati. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga kita dari seluruh kesesatan.

Sumber: Majalah As-Sunnah Ed 10 Tahun VI 1423 H/2002M
Yufidia.com



Selasa, 24 April 2018

Berapakah Jumlah Total Kekayaan Qorun / Karun


Masih ingatkah anda tntang kisah qorun yang merupakan manusia terkaya sedunia pada zaman nabi musa alaihissalam. Pada awalnya qorun adalah sorang yang miskin papa akan tetapi rajin ibadah kemudian memohon kepada nabi musa as. supaya diberi kekayaan. Benar saja, doa nabi  musa terkabul dan qorun menjadi kaya dan semakin kaya melimpah ruah hartanya tapi hal itu malah membuat dia kufur kepada Allah dan menyombongkan diri dan tak mau membayar infaq ataupun sedekah meski sepeser kepada orang orang tidak mampu. Malah semakin menyakiti hati ketika ia pamer kekayaan dihadapan orang miskin. Qorun pernah menjadi orang terkaya dibumi akan tetapi karena kekufurannya ia ditenggelamkan oleh Allah kedalam bumi bersama seluruh kekayaannya tanpa sisa sebutir perakpun. Yang tersisa hanya rumahnya yang reot kala ia masih rajin ibadah dan mengemis ngemis kaya kepada nabi musa as. Ambil hikmahnya saudaraku bahwa kekayaan adalah ujian jika tidak kuat mengemban amanah dari Alloh berupa harta maka akan menjadi orang kufur kepada Allah seperti karun atau qorun. mungkin itulah asal mula harta karun jadi artinya berburu harta milik karun yang jauh terpendam kedasar bumi. Entah sampai sekarang kemana itu jasad qorun dan seluruh hartanya tidak ada seorang pun yang mampu menemukannya jika Allah sudah berkehendak untuk membinasakan. 

Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian jika miskin kita harus sabar dan berusaha jika kaya kita jangan sampai lupa bersyukur dan bersedekah dan jangan sampai lupa diri. Ingatlah kekayaan itu tidak bisa dibawa mati kecuali apa yang telah kita sedekahkan. Kekayaah juga tidak akan bisa memperpanjang umur manusia, malah kebanyakan umur manusia jadi pendek karena terlalu stress mikirin hartanya jadi stroke jantungan dan sebagainya.

Berapakah kekayaan qorun? Banyak orang bertanya saya.  akan jawab secara estimasi saja.. Bayangkan Kekayaan qorun  seperti gunung emas
Berat gunung kira2 10 juta ton, sama  dgn 10 triliun gram.
Jika 1 gr emas harganya 500 ribu maka kekayaan dia diperkirakan 5 juta triliun. Atau 5000 Kali kekayaan bill gates.. Jika Lamborghini harganya 10 miliar kekayaan qorun bisa membeli  500 juta biji Lamborghini..  Atau beli rumah vila 10 miliar  unit jika  harganya 500 jutaan.. Bayangkan jumlah penduduk bumi Saat ini hanya 7 milyar. 

Lalu kalau beli avanza dapat berapa biji hehehe... tidak terhingga biji. avanza yang rata rata 150 jutaan kalau seluruh kekayaan qorun itu setara dengan 33.333.333.333 unit atau 33,3 Milyar Unit avanza mungkin dunia gak akan muat buat naruh mobil avanza qorun yang sebanyak itu hehe..

Lalu ada lagi bocah yang tanya kalau buat beli motor ninja dan KLX yang keren2 itu dapat berapa biji pak? kalau ninja 250 itu harganya 50 jutaan maka si Qorun bisa membeli 100 Milyar Unit Ninja 250, harga KLX yang 25 jutaan qorun bisa membeli 200 Milyar Unit motor trail kawasaki ini. mungkin bocah itu tak tahu angkanya  besar seperti itu dunia takkan muat untuk parkir semua motor milik Qorun.

Atau Beli HP supermahal samsung galaxy s9 yang sepuluh jutaan dapat berapa biji? Qorun bisa membeli HP smartphone seperti itu sebanyak 500 Milyar Unit. Gak bisa dibayangkan banyaknya mungkin sebesar gunung tertinggi dibumi. 

Ya kita sering lihat orang gaya gayaan pake mobil avanza pake motor ninja sok sok an pake motor klx cbr dsb itu belum ada setitik jarum dari kekayaan qorun. tapi alangkah buruknya ketika kekayaan yang dimiliki menjadikan manusia kufur dan menyombongkan diri.

Pantas kalau dibilang tidak  akan habis dimakan sampai hari kiamat jika qorun punya anak cucu. Manusia saja sekarang ini jumlahnya 7 milyar kalau misal semua kekayaan qorun dibagikan maka setiap orang dapat 714 juta tidak akan ada orang miskin lagi semua orang bisa membeli rumah dan juga mobil dengan uang segitu. 

Rabu, 22 November 2017

Kisah Ahli Ibadah Masuk Neraka Karena Mendoakan Jelek Saudaranya

Memang lidah adalah benda tertajam didunia ini bagaimana tidak? Jika seseorang tidak bisa menjaga lidahnya bahkan seorang ahli ibadahpun bisa masuk neraka karena mulutnya sendiri. Berikut ini kisah dalam sebuah hadits nabi saw

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Ikrimah ibnu Ammar, dari Damdam ibnu Jausy al-Yamami yang mengatakan bahawa Abu Hurairah pernah berkata kepadanya, "Hai Yamami, jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap seseorang "semoga Allah tidak mengampunimu" atau "semoga Allah tidak memasukkan mu ke dalam syurga."

Aku (Yamami) berkata, "Hai Abu Hurairah, sesungguhnya kalimah tersebut biasa dikatakan oleh seseorang terhadap saudaranya dan temannya jika dia dalam keadaan marah."

Abu Hurairah r.a berkata, "Jangan kamu katakan hal itu, kerana sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah S.a.w bersabda yaitu;

"Dahulu di kalangan umat Bani Israil terdapat dua orang lelaki; salah seorangnya rajin beribadah, sedangkan yang lainnya zalim terhadap dirinya sendiri (ahli maksiat); keduanya sudah seperti saudara. Orang yang rajin ibadah selalu melihat saudaranya berbuat dosa dan mengatakan kepadanya, "Hai kamu, hentikanlah perbuatanmu." Tetapi saudaranya itu menjawab, "Biarlah aku dan Tuhanku, apakah kamu ditugaskan untuk terus mengawasiku?" Hingga pada suatu hari yang rajin beribadah melihat saudaranya ahli maksiat itu melakukan suatu perbuatan dosa yang menurut penilaiannya sangat besar. Maka dia berkata kepadanya, "Hai kamu, hentikanlah perbuatanmu." Dan orang yang ditegurnya menjawab, "Biarlah aku, ini urusan Tuhanku, apakah engkau diutuskan sebagai pengawasku?" Maka yang rajin beribadah berkata, "Demi Allah, semoga Allah tidak memberi keampunan kepadamu, atau semoga Allah tidak memasukkanmu ke syurga untuk selama-lamanya."

Abu Hurairah melanjutkan kisahnya, bahawa setelah itu Allah mengutus seorang malaikat untuk mencabut nyawa kedua orang tersebut, dan keduanya berkumpul di hadapan Allah. Maka Allah s.w.t berfirman kepada orang yang berdosa, "Pergilah, dan masuklah ke dalam syurga kerana rahmat-Ku." Sedangkan kepada yang lainnya Allah S.w.t berfirman, "Apakah kamu merasa alim, apakah kamu mampu meraih apa yang ada di tangan kekuasaan-Ku? Bawalah dia ke dalam neraka!"

Nabi s.a.w bersabda, "Demi Tuhan yang jiwa Abul Qasim berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya orang tersebut (yang masuk neraka) benar-benar mengucapkan suatu kalimah yang menghancurkan dunia dan akhiratnya."

Imam Abu Daud meriwayatkannya melalui hadits Ikrimah ibnu Ammar, bahawa Damdam ibnu Jausy menceritakan kepadanya dengan lafaz yang sama.

[Imam Ibnu Katsir - Tafsir Ibnu Katsir, Surah an-Nisaa', ayat 47 - 48]

Bayangkan, jika ahli ibadah yang mendoakan sedemikian terhadap saudaranya pun sudah dimasukkan ke neraka, apa lagi kalau ucapan itu dibuat oleh bukan ahli ibadah. Na'udzu billahi min dzaalik

Semoga kita tidak sombong dengan ilmu dan amal kita. Kerana ilmu dan amal adalah untuk mendapatkan keredhaan Allah dan lebih mengenali-Nya, bukannya untuk bermegah-megah dan merasa takjub pada diri.

Nasehat dari kami terahir sesungguhnya yang menyebabkan kita masuk surga bukan kerajinan amal ibadah tetapi perilaku kita dan ahlaq kita dan perkataan kita disukai Allah SWT itulah yang kadang menjadi sebab kita masuk surga. Jangan merasa sombong dengan banyaknya ilmu dan banyak ibadahmu jika tidak berhati hati justru itulah nerakamu.

Rabu, 01 Februari 2017

Kisah Islam : Orang Bunuh Diri Karena Hati Kosong Dari Iman



"Sepinya kehidupan tanpa orang tersayang tak seberapa dibanding gelap dan sepinya alam kubur, derita tanpa cinta tak seberapa dibandingkan sengsaranya hidup dineraka, engkau pikir mati adalah tempat peristirahatan padahal itu adalah tempat penantian hari pembalasan"
  
                       (Syair Ashabul Muslimin)


Mukadimah Hadits



Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menerjunkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka dia di neraka jahannam menerjunkan diri di dalamnya, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa minum racun untuk bunuh diri, maka racunnya itu di tangannya dia meminumnya di neraka jahannam kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata tajam itu di tangannya dia melukai dengannya di neraka jahannam, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya”. [HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasai]

Hadits diatas mengajarkan kepada kita bahwa kita dilarang membunuh diri sendiri dan hal itu termasuk dosa besar, sering kali masalah kehidupan membuat kita putus asa dan kita ingin istirahat tenang tidur nyenyak setelah mengalami kematian, salah besar, karena setelah mati manusia akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya selama hidup didunia, orang yang bunuh diri dia akan masuk neraka dan dihukum seperti waktu ia bunuh diri apabila minum racun ia akan meminum racun berkali-kali dineraka, apabila gantung diri maka ia akan gantung diri berkali-kali dineraka.  Sebagaimana kisah dibawah ini semoga menjadi pelajaran buat kita supaya jangan putus asa dengan Rahmat Allah SWT, hidup didunia memang isinya cobaan dan ujian bahkan hampir tiada sedikitpun kesenangan karena ulamapun pernah berkata bahwa dunia  adalah penjara orang mukmin. Maka kita harus bersabar dalam menjalani kehidupan ini, berbeda dengan surga yang merupakan tempat kembali yang penuh kesenangan tidak ada sedikitpun ada masalah kehidupan di surga, itulah tempat kembali bagi orang yang bersabar atas ujian Allah SWT itulah imbalan yang pantas untuk orang yang bertakwa kepada-Nya.

Di dunia ini kebanyakan yang menyebabkan orang mengahiri kehidupan adalah masalah cinta dan kadang masalah ekonomi tapi kebanyakan adalah masalah cinta, orang kalau sudah mencintai mahluk melebihi cintanya kepada Allah SWT ia akan menderita seumur hidupnya jika kehilangan orang yang ia cintai seakan hidup terasa sepi sempit dan hampa, tapi ketika ia mencintai Allah diatas semua mahluk jika ia kehilangan orang yang ia cintai akan sadar bahwa segala berasal dari Allah dan kepada Allah lah semua akan kembali, keluarga yang kita miliki dan harta yang kita miliki bukan lah milik kita semua akan kembali kepada Allah kapanpun Allah berkehendak mengambilnya dari kita, jika anda kehilangan orang yang yang dicintai ingatlah jika sabar maka Allah akan mengganti dengan bidadari disurga nanti, jika kita kehilangan sesuatu harta benda yang kita miliki ingatlah Allah akan mengganti istana dari emas disurga nanti, kita hanya dituntut untuk sabar dan menerima kenyataan sambil berdoa semoga mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari apa yang sebelumnya kita miliki. Memanglah menyakitkan ditinggal orang yang kita sayangi, tapi lebih menyakitkan lagi jika harus mengahiri hidup dengan bunuh diri dan pada akhirnya tersiksa di neraka. Sungguh kita hidup didunia hanya sementara, semua yang ada hanya tipu daya, sedangkan akhirat adalah tempat kembali yang sebenarnya, keimanan kepada Allah SWT adalah bekal paling utama diatas segalanya, kebanyakan manusia mudah dibujuk rayu setan adalah karena kosongnya Iman dalam hatinya sedikit sekali mengingat Allah dan Hari Kiamat sehingga mudah terombang ambing ketika terkena masalah.

Berikut kisahnya,

Kisah ini terjadi pada diri seorang muslim yang berusia lebih dari lima puluh tahun. Ia telah meraih gelar Dokter spesialis di laboratorium. Ia tumbuh se-bagai seorang peneliti medis swasta. Ia mempunyai seorang istri dan anak-anak yang sebagian belajar di Universitas. Antara ia dan istrinya terdapat beberapa problem sebagaimana banyak terjadi di mayoritas rumah tangga. Problem ini semakin ruwet hingga si istri meminta untuk kembali ke negara asalnya. Ini menunjukkan si dokter bukanlah penduduk asli negara yang sedang ia tempati. Lantas istri dan beberapa anaknya berangkat menuju negara asal dan tinggallah hanya ia dan anak sulungnya yang selalu mengunjunginya. Beberapa famili menasehatinya agar menikah dengan wanita lain, namun ia menolak dengan harapan istri dan anak-anaknya masih mau kembali kepadanya.

Beberapa waktu setelah ditinggalkan keluarga, ia merasa kehidupan dunia semakin sempit, sehingga setan berupaya menggoda agar ia mengakhiri kegelisahan hidupnya dengan bunuh diri. Ia telah mencobanya berkali-kali dengan cara menelan obat berdosis tinggi, namun tidak ada yang berhasil. Karena setiap kali ia menelan obat tersebut, orang-orang yang ada di sekitarnya berusaha menyelamatkannya dengan melarikannya ke rumah sakit dan dilakukan pencucian lambung kemudian ia keluar dengan kehidupan baru.Demikianlah terjadi beberapa kali. Lelaki ini telah mengalami gangguan mental yang memaksanya untuk tinggal di rumah sakit jiwa selama sebulan.

Ia keluar dari rumak sakit dengan membawa makna hidup dan cita-cita yang tinggi serta semangat kerja yang baru. Keinginan untuk bunuh diri telah pupus dari pikirannya. Ia kembali melaksanakan tugas rutinnya di laboratorium dan kembali hidup secara normal. Delapan bulan kemudian, lelaki ini menelepon abang kandungnya yang bertempat tinggal lebih kurang 400 km dari rumahnya. Abangnya mengira bahwa adik-nya tersebut meneleponnya sebagaimana biasa, yaitu hanya untuk mengetahui kabarnya agar ia tenang. Tetapi ternyata menyampaikan tekadnya bahwa dalam waktu dekat akan pergi ke tempat istri dan anak-anaknya. Dalam pembicaraan tersebut ia menyampaikan beberapa maklumat pribadi seperti tabungannya di bank, nomor pin kartu ATM, tempat tinggal pribadi dan lain-lain. Hal ini membuat abangnya heran dan merasa bahwa ini merupakan ucapan perpisahan terakhir, seakan-akan ia akan pergi yang takkan kembali.

Pada hari berikutnya, yaitu pada hari kamis tanggal 21 Dzulqa'dah 1214 H, ia keluar untuk melaksanakan tugas pada jam lima sore. Ia memberitahukan anak sulungnya yang berusia 20 tahun agar ikut ke laboratorium setengah jam lagi. Lokasi laboratorim dekat dari rumahnya. Si anak pergi ke laboratorium sebagaimana yang diminta oleh ayahnya dan ia dapati ayahnya sedang duduk di ruangan kantor khusus yang ada di laboratorium tersebut. beberapa menit kemudian si ayah berkata kepada si anak, "Kamu tunggu dulu di sini, ayah mau pergi ke toilet." Toilet tersebut terletak sekitar 10 m dari kantornya. Si anak duduk menunggu ayahnya kembali. Setelah beberapa menit menunggu, ia melihat asap yang berasal dari jalan menuju toilet lantas ia bangkit dan segera menuju sumber asap tersebut. Ternyata asap berasal dari toilet. Karena asap semakin tebal, ia tidak dapat mencapai toilet, lalu ia menghubungi regu pemadam kebakaran dan tempat tidak jauh dari laboratorium. Beberapa menit kemudian mereka sampai ke laboratorium dan regu pemadam kebakaran langsung melaksanakan tugasnya. Mereka mendobrak pintu toilet dan menemui lelaki tersebut yang telah hangus terbakar api.

Adapun kondisi toilet, beberapa keramiknya (terbuat dari porselin) jatuh disebabkan hawa yang sangat panas, namun tidak ada yang terbakar kecuali sebagian pintu saja. Di sudut toilet mereka menemui jerigen yang sebagiannya telah terbakar dan di dalamnya ada sedikit bensin. Dari sini mereka semua tahu bahwa lelaki tersebut telah membakar dirinya sendiri dengan bensin untuk melepaskan diri dari kegelisahan hidup dan terhindar dari berbagai kesusahan dan kesengsaraan. Demikianlah, ternyata kegelisahan hidupnya itu terus membayang-bayangi dirinya untuk berupaya bunuh diri. Kali ini ia berhasil melakukan bunuh diri dengan cara yang paling buruk. Apakah dengan meninggalkan dunia seperti itu ia akan menemui kese-nangan dan ketenangan? Apakah ia dapat mengakhiri kesusahan dan kegelisahannya? Tidak dan seribu kali tidak! Bahkan ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam kegelisahan dan kesengsaraan yang abadi. Api neraka tidak akan pernah padam. Semoga Allah SWT memberi kita keselamatan dan kesehatan.

SUMBER: Buku SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad Shalih al-Qahthani

Kamis, 24 Maret 2016

Kisah islam : Belajar Menghina Diri

Oleh : Rahmah Faizzah

Ada sebuah cerita dari Bayazid Al-Busthami, yang insya Allah, dapat kita ambil pelajaran daripadanya; Di samping seorang sufi, Bayazid juga adalah pengajar tasawuf. Di antara jamaahnya, ada seorang santri yang juga memiliki murid yang banyak. Santri itu juga menjadi kyai bagi jamaahnya sendiri. Karena telah memiliki murid, santri ini selalu memakai pakaian yang menunjukkan kesalihannya, seperti baju putih, serban, dan wewangian tertentu.

Suatu saat, muridnya itu mengadu kepada Bayazid, "Tuan Guru, saya sudah beribadat tiga puluh tahun lamanya. Saya shalat setiap malam dan puasa setiap hari, tapi anehnya, saya belum mengalami pengalaman ruhani yang Tuan Guru ceritakan. Saya tak pernah saksikan apa pun yang Tuan gambarkan."

Bayazid menjawab, "Sekiranya kau beribadat selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun debu mukasyafah dalam hidupmu."

Murid itu heran, "Mengapa, ya Tuan Guru?"
"Karena kau tertutup oleh dirimu," jawab Bayazid.
"Bisakah kau obati aku agar hijab itu tersingkap?" pinta sang murid.
"Bisa," ucap Bayazid, "tapi kau takkan melakukannya."
"Tentu saja akan aku lakukan," sanggah murid itu.

"Baiklah kalau begitu," kata Bayazid, "sekarang tanggalkan pakaianmu. Sebagai gantinya, pakailah baju yang lusuh, sobek, dan compang-camping. Gantungkan di lehermu kantung berisi kacang. Pergilah kau ke pasar, kumpulkan sebanyak mungkin anak-anak kecil di sana. Katakan pada mereka, "Hai anak- anak, barangsiapa di antara kalian yang mau menampar aku satu kali, aku beri satu kantung kacang." Lalu datangilah tempat di mana jamaah kamu sering mengagumimu. Katakan juga pada mereka, "Siapa yang mau menampar mukaku, aku beri satu kantung kacang!"

"Subhanallah, masya Allah, lailahailallah," kata murid itu terkejut.
Bayazid berkata, "Jika kalimat-kalimat suci itu diucapkan oleh orang kafir, ia berubah menjadi mukmin. Tapi kalau kalimat itu diucapkan oleh seorang sepertimu, kau berubah dari mukmin menjadi kafir."

Murid itu keheranan, "Mengapa bisa begitu?"
Bayazid menjawab, "Karena kelihatannya kau sedang memuji Allah, padahal sebenarnya kau sedang memuji dirimu. Ketika kau katakan: Tuhan mahasuci, seakan- akan kau mensucikan Tuhan padahal kau menonjolkan kesucian dirimu."

"Kalau begitu," murid itu kembali meminta, "berilah saya nasihat lain."
Bayazid menjawab, "Bukankah aku sudah bilang, kau takkan mampu melakukannya!"
Cerita ini mengandung pelajaran yang amat berharga. Bayazid mengajarkan bahwa orang yang sering beribadat mudah terkena penyakit ujub dan takabur.

"Hati-hatilah kalian dengan ujub," pesan Iblis. Dahulu, Iblis beribadat ribuan tahun kepada Allah. Tetapi karena takaburnya terhadap Adam, Tuhan menjatuhkan Iblis ke derajat yang serendah-rendahnya.

Takabur dapat terjadi karena amal atau kedudukan kita. Kita sering merasa menjadi orang yang penting dan mulia. Bayazid menyuruh kita menjadi orang hina agar ego dan keinginan kita untuk menonjol dan dihormati segera hancur, yang tersisa adalah perasaan tawadhu dan kerendah-hatian. Hanya dengan itu kita bisa mencapai hadirat Allah swt.

Orang-orang yang suka mengaji juga dapat jatuh kepada ujub. Mereka merasa telah memiliki ilmu yang banyak.

Suatu hari, seseorang datang kepada Nabi saw, "Ya Rasulallah, aku rasa aku telah banyak mengetahui syariat Islam. Apakah ada hal lain yang dapat kupegang teguh?"

Nabi menjawab, :"Katakanlah: Tuhanku Allah, kemudian ber- istiqamah-lah kamu."
Ujub seringkali terjadi di kalangan orang yang banyak beribadat. Orang sering merasa ibadat yang ia lakukan sudah lebih dari cukup sehingga ia menuntut Tuhan agar membayar pahala amal yang ia lakukan. Ia menganggap ibadat sebagai investasi.

Orang yang gemar beribadat cenderung jatuh pada perasaan tinggi diri. Ibadat dijadikan cara untuk meningkatkan statusnya di tengah masyarakat. Orang itu akan amat tersinggung bila tidak diberikan tempat yang memadai statusnya. Sebagai seorang ahli ibadat, ia ingin disambut dalam setiap majelis dan diberi tempat duduk yang paling utama.

Tulisan ini saya tutup dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnad-nya; Suatu hari, di depan Rasulullah saw Abu Bakar menceritakan seorang sahabat yang amat rajin ibadatnya. Ketekunannya menakjubkan semua orang. Tapi Rasulullah tak memberikan komentar apa-apa. Para sahabat keheranan. Mereka bertanya-tanya, mengapa Nabi tak menyuruh sahabat yang lain agar mengikuti sahabat ahli ibadat itu. Tiba-tiba orang yang dibicarakan itu lewat di hadapan majelis Nabi. Ia kemudian duduk di tempat itu tanpa mengucapkan salam.

Abu Bakar berkata kepada Nabi, "Itulah orang yang tadi kita bicarakan, ya Rasulallah."
Nabi hanya berkata, "Aku lihat ada bekas sentuhan setan di wajahnya."
Nabi lalu mendekati orang itu dan bertanya, "Bukankah kalau kamu datang di satu majelis kamu merasa bahwa kamulah orang yang paling salih di majelis itu?"

Sahabat yang ditanya menjawab, "Allahumma, na'am. Ya Allah, memang begitulah aku." Orang itu lalu pergi meninggalkan majelis Nabi.

Setelah itu Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat, "Siapa di antara kalian yang mau membunuh orang itu?"
"Aku," jawab Abu Bakar.
Abu Bakar lalu pergi tapi tak berapa lama ia kembali lagi, "Ya Rasulallah, bagaimana mungkin aku membunuhnya? Ia sedang ruku'."

Nabi tetap bertanya, "Siapa yang mau membunuh orang itu?"
Umar bin Khaththab menjawab, "Aku." Tapi seperti juga Abu Bakar, ia kembali tanpa membunuh orang itu, "Bagaimana mungkin aku bunuh orang yang sedang bersujud dan meratakan dahinya di atas tanah?"

Nabi masih bertanya, "Siapa yang akan membunuh orang itu?"
Imam Ali bangkit, "Aku." Ia lalu keluar dengan membawa pedang dan kembali dengan pedang yang masih bersih, tidak berlumuran darah, "Ia telah pergi, ya Rasulullah."

Nabi kemudian bersabda, "Sekiranya engkau bunuh dia. Umatku takkan pecah sepeninggalku...."

Dari kisah ini pun kita dapat mengambil hikmah:
Selama di tengah- tengah kita masih terdapat orang yang merasa dirinya paling salih, paling berilmu, dan paling benar dalam pendapatnya, pastilah terjadi perpecahan di kalangan kaum muslimin. Nabi memberikan pelajaran bagi umatnya bahwa perasaan ujub akan amal salih yang dimiliki adalah penyebab perpecahan di tengah orang Islam. Ujub menjadi penghalang naiknya manusia ke tingkat yang lebih tinggi. Penawarnya hanya satu, belajarlah menghinakan diri kita. Seperti yang dinasihatkan Bayazid Al-Busthami kepada santrinya.

***
Sumber Eva Kurniawan (abatasa)

Minggu, 28 April 2013

Free Download ebook : Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihimassalam" .pdf

Judul : Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihimassalam
bahasa : Indonesia
Penulis : Abu Ishaq Al-Hawaini
Penterjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad
Terbitan : Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah

Ringkasan: Kisah berdasarkan hadits Rasulallah Shalallahu ’alaihi wa sallam bahwa Nabi Ibrahim datang kepada Ummu Isma’il, sedangkan anaknya Isma’il pada saat itu masih dalam susuan. Sampai kemudian beliau membawanya ke Makkah dan membiarkan mereka berdua disisi al-Bait, tepatnya digundukan pas diatas air Zamzam, bagian atas masjid. Pada waktu itu Makkah tidak berpenghuni seorangpun, tidak pula ada air. … …
Link Free Download ebook "Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihimassalam" .pdf Klik
https://sites.google.com/site/ashabussamaaun/the-cabinet/Kisah_Nabi_Ibrahim_dan_Nabi_Ismail_alaihissalam%20by_ashabul-muslimin.tk.pdf?attredirects=0&d=1

ALTERNATIVE LINK SERVER 2