Rabu, 24 Agustus 2016

Syair Mutiara Islam "Jangan Sia-siakan Kasih Sayang"

 Oleh : Rahma Nur Faizah













"Terkadang kita baru merasa bisa kehilangan kasih sayang dan cinta 
ketika  orang yang menyayangi kita dengan tulus telah tiada, 
semasa masih hidup kita mengabaikan mereka 
dan tidak memperdulikan mereka
karena kita belum punya rasa balas sayang kepada mereka
 meski mereka terus mencurahkan kasih sayang kepada kita
 dengan tulus dan terus menerus, 
dan setelah mereka tiada barulah kita sadar 
arti kehadiran mereka disisi kita,
dan menyesal bukanlah solusi kesedihan, 
perbaiki diri untuk berusaha membalas kasih sayang orang lain semampu kita



dunia bagai manusia dan matahari,
 matahari yang selalu mencurahkan sinarnya 
untuk kehidupan dibumi 
tapi manusia mengabaikannya tidak pernah memperhatikannya, 
tapi ketika matahari tidak muncul sehari saja barulah mereka sadar 
dan ramai-rami hiruk pikuk kebingungan 
karena matahari hilang, 
begitulah arti adanya matahari
 yang selalu memberikan sinar kehidupan bagi bumi

sama dengan kasih sayang tulus orang tua
suami atau isitri, kakak, adik ataupun teman baik  kita
yang tulus memberikan kasih sayang mereka
yang tlah berusaha berkorban demi kita
terkadang malah kita balas menyakiti hati mereka

sebelum semua jadi penyesalan
ketika mereka tlah tiada
balaslah kasih sayang mereka meski hanya mengucapkan terima kasih
atau hanya menanyakan kabar mereka
atau sekedar memberikan sesuatu hadiah kecil
Karena dengan itu  hati mereka akan lebih hangat lagi bersama kita
dan lebih tulus lagi menyayangi dan menjaga kita

dan juga kepada orang tua,
jagalah buah hati kalian
jangan sakiti anakmu
jangan bebani mereka yang macam-macam
karena takut memberi makan
atau takut direpotkan
dan takut membiayai pendidikan

anak adalah amanat Allah
jika engkau bisa menjaga dan merawatnya
dan mendidik mereka dengan benar
itu adalah investasi akhirat yang besar

dan juga anak jangan terlalu dimanja
semakin dimanja 
ia semakin lumpuh akalnya 
ketika dewasa ia tidak bisa mandiri
gampang mengeluh dan putus asa
lemah dan bodoh tidak punya daya
tidak peduli keadaan orang lain
karena terbiasa hidup serba ada
ketika orang tua tiada 
mereka akan kesulitan
mengatur kehidupan mereka


(Ashabul Muslimin)

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentarnya jika ada link mati harap lapor. jazakumullah