Kamis, 05 September 2013

Mutiara Nasehat Islam 561 - 570

سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Kata mutiara nasehat ini Terinspirasi dari mutiara Qur'an , hadits dan
perkataan ulama. jika ada yang salah mohon dimaafkan yang
sebesar-besarnya. Tujuan kami hanyalah semakin mempermudah pemahaman
kita dalam mempelajari ajaran agama islam. semoga bermanfaat amiien.

561. Jiwa yang tenang
"Lawanlah kekacauan hiruk pikuk masalah duniamu dengan jiwa yang
tenang (jiwa yang sabar dan berhati lapang) dengan begitu anda tak
akan terpengaruh cuaca panasnya kericuhan dunia, jika anda lawan
kekerasan dengan emosional maka setan akan memanfaatkan situasi untuk
melemahkan akal anda sehingga anda termasuk orang yang binasa"
(Ashabul Muslimin)

562. Derajat seorang bertaubat
"Jiwa orang yang bertaubat lebih kuat daripada orang yang pandai agama
yang jarang berbuat dosa. Karena orang yang bertaubat dari dosa
seperti kembali kepada fitrah (tanpa dosa) dan mereka benar-benar
melakukan ketaatan atas kesadaran jiwa mereka sedang orang yang
berilmu barangkali melakukan ketaatan sebatas keilmuan mereka saja.
Sehingga Allah lebih menyukai pendosa yang bertaubat daripada orang
alim yang jarang menyadari kekurangan sendiri (beristighfar). Oleh
karena itu jika kita merasa alim janganlah menyangka kita lebih suci
daripada mereka yang berlumur dosa, karena jika Allah telah memberi
hidayah kepada mereka untuk bertaubat niscaya Allah mengangkat derajat
mereka lebih tinggi daripada orang yang alim".
(Ashabul Muslimin)

563. Sukses itu istiqomah
"Jika anda ingin menjadi orang sukses maka korbankan waktu luang anda
untuk bersusah payah mencari kesuksesan itu dengan tekun belajar dan
bekerja keras. Jika anda bercita-cita menjadi orang besar maka
teladanilah kisah ulama besar terdahulu. mereka membagi waktu mereka
dengan disiplin dan tak terpikir menghabiskan waktu untuk hal yang
mudharat. Semisal Imam syafi'i yang menghabiskan hari-hari dimasa muda
hingga masa tuanya menjadi bagian yaitu 1/3 hari untuk mencari ilmu
1/3 hari untuk ibadah dan 1/3 hari untuk istirahat. Jika kita pesimis
tak mampu meneladani mereka maka tak mungkin kita jadi orang besar.
Segala sesuatu yang besar berasal dari kebiasaan kecil yang baik dan
dilakukan secara kontinu (terus menerus) / istiqomah."
(Ashabul Muslimin)
564. Lupakan cintanya, gapai cinta-Nya
"Jika anda merasa ditinggal yang anda cintai, ingatlah dunia itu
sementara tak ada yang kekal didunia termasuk yang anda cintai. Jika
anda kehilangan dunia (harta, jabatan kedudukan, wanita, anak dll)
maka ingatlah akhirat lebih utama. Jangan sampai silaunya dunia
melalaikanmu dari mengingat setelah kematian (yaitu hari akhir), hari
dimana semua manusia tak dapat menolong orang lain melainkan amal
kebaikannya sendiri. Mereka yang anda cintai dan semua yang anda
miliki sama sekali tak menolongmu dihari pembalasan kecuali anda
ikhlaskan semuanya untuk ketaatan kepada Tuhan (Allah SWT).
Sebaik-baik yang anda cintai adalah yang bisa mendekat kepada-Nya
sebaik-baik yang anda miliki adalah yang anda amalkan dijalan-Nya.
Sejelek-jelek yang anda cintai yang mengajakmu kepada maksiat dan
sejelek-jelek yang anda miliki adalah yang menjauhkan anda dari
beribadah kepada Allah SWT".
(Ashabul Muslimin)
565. Sukses itu impian yang tergapai
"Sukses tidak harus menghasilkan hal yang besar dan menggemparkan,
tapi sukses adalah kita bisa melakukan apa yang kita inginkan. Oleh
karena itu sukses itu relatif, sukses tidak hanya milik pengusaha
besar yang banyak harta, tapi sukses itu juga milik semua orang yang
apabila ia telah berhasil meraih sesuatu yang paling ia impikan
meskipun hal sepele menurut orang lain, semisal impian bisa membaca
al-Qur'an".
(Ashabul Muslimin)
566. Bodoh tak selamanya bodoh
"Orang yang belum tahu ilmu tidak berarti bodoh. Tapi bodoh yang
sejati (sebenarnya) adalah orang yang tahu ilmu tapi tak mau tahu cara
mengamalkan ilmu itu (menyia-nyiakan ilmu). Manusia yang bodoh yang
sebenar-benarnya adalah pengekor hawa nafsu, rusak hatinya dan tumpul
akal pikirannya. Ilmu agama tidak berguna untuk manusia yang bodoh
sejati seperti ini karena segala akal sehatnya dan perasaan hatinya
telah mati karena terlalu banyak menuruti hawa nafsunya. Ciri pengekor
hawa nafsu (Makhluk Bodoh) adalah Punya telinga tidak untuk mendengar
peringatan dari ayat-ayatNya, Punya mata tidak untuk melihat tanda
kekuasaan-Nya, punya hati tidak untuk merasakan betapa besarnya
pemberian/karunia-Nya, punya tangan dan kaki untuk hanya untuk
bermaksiat kepada-Nya. (Ashabul Muslimin)
567. Generasi paling takut mati
"Rasulullah saw dan para sahabat ra. adalah generasi paling cinta
akhirat yaitu manusia paling takut kepada Allah SWT dan hari
pembalasan sehingga menjadi manusia mulia yang paling menjaga hati,
lidah dan perbuatannya. sedangkan umat manusia dewasa ini generasi
cinta dunia (lebih memilih kehidupan dunia daripada akhirat).Ada 5
ciri besar untuk generasi manusia cinta dunia dewasa ini, yaitu :
1. Cinta kehidupan dunia, takut datangnya mati dan melupakan kehidupan
setelah mati/akhirat.
2. Berlomba-lomba dalam kesenangan hidup didunia dengan menghalalkan
segala cara bahkan menggadai agama kepada setan.
3. Kebanyakan mengekor hawa nafsu, rusak hatinya dan tumpul akal
pikirannya (mereka bodoh yang sebenar-sebenarnya).
4. Banyak bicara, banyak tertawa dan hura-hura tetapi tidak takut dosa
5. Ketidakpedulian terhadap sesama meraja lela / Individualis yang parah."
(Ashabul Muslimin)
568. instropeksi diri / bercermin dengan diri sendiri
"Anda boleh mengatasnamakan diri atau golongan anda paling benar,
paling suci dan paling sunnah kemudian anda mengira pasti selamat
masuk surga (barangkali anda juga menganggap surga itu warisan nenek
moyang anda), sedangkan orang lain anda vonis bid'ah, sesat bahkan
kafir pasti masuk neraka. Tetapi anda juga harus ingat wasiat
Rasulullah saw bahwa tidak ada yang lebih menjerumuskan manusia
kedalam neraka melainkan lidahnya. Dan takkan masuk surga manusia yang
didalam hatinya yang ada kesombongan meski sebesar biji atom. "
(Ashabul Muslimin)

569. Kesombongan mempunyai 2 ciri
"Ciri Pokok Kesombongan ituada 2 ;pertama, menolak kebenaran yang
sebenarnya nurani anda membenarkannya dan kedua, meremehkan /
memandang rendah orang lain yang anda anggap lebih rendah daripada
anda atau sebab kebencian anda terhadap mereka."
(Ashabul Muslimin)

570. Utamakanlah penampilan hati
"Anda boleh mengatakan diri anda paling mengikuti sunnah hanya karena
penampilan anda sesuai syar'i ; pakai jubah, cingkrang/tidak isbal,
jilbab, cadar, ahli baca kitab, ahli bahasa arab dsb. Tetapi kemudian
anda bersikap sinis kepada saudara muslim yang belum bisa seperti
anda. Tapi apakah anda tidak sadar lebih utama dari sunnah itu adalah
penampilan hati yang sesuai sunnah (meneladani akhlak Nabi). Sedangkan
akhlak rasulullah saw itu selalu tersenyum dan ramah kepada siapapun
dan tidak pernah mencela/memvonis siapapun meski dengan seorang bejad
dan kafir sekalipun".
(Ashabul Muslimin)

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentarnya jika ada link mati harap lapor. jazakumullah